Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Lahir Tanpa Sosok Ayah, Shabrina Hadapi Luka dengan Keteguhan: “Saya Nggak Pernah Tahu Siapa Ayah Saya”
Img 20250702 225432

Lahir Tanpa Sosok Ayah, Shabrina Hadapi Luka dengan Keteguhan: “Saya Nggak Pernah Tahu Siapa Ayah Saya”

Img 20250702 225432

Dalam sebuah episode penuh kejujuran dan refleksi di podcast MAIA ALELDUL TV, penyanyi muda Shabrina Leanor membagikan kisah pribadinya yang selama ini jarang terdengar. Kepada Maia Estianty, ia mengungkap bahwa dirinya tumbuh tanpa mengetahui siapa ayah kandungnya.

“Saya benar-benar tidak tahu siapa ayah saya. Dari kecil, saya hanya hidup berdua dengan ibu,” ujar Shabrina, dengan suara tertahan.

Pengakuan ini membawa suasana hening sejenak di studio. Maia, dengan kepekaan dan pengalaman hidupnya sendiri, tak sekadar mendengar—ia merespons dengan ketulusan.

Refleksi Maia: Luka Lama dan Cinta yang Belum Pulih

Maia mencoba menggali lebih dalam, menghubungkan rasa takut ditinggalkan yang dirasakan Shabrina dengan pengalaman ibunya saat hamil dulu.

“Mungkin hamilnya Mama pada saat itu merasa ditinggali. Sehingga itu ada hubungannya dengan kamu yang sekarang merasa takut ditinggalin.”

Luka yang diwariskan secara tak sadar antar generasi, menurut Maia, bisa membentuk pola dalam kehidupan cinta dan ketergantungan emosional seseorang. Saat Shabrina mengaku pernah bertahan dalam hubungan yang menyakitkan karena takut sendirian, Maia hanya menjawab dengan lirih:

“Ya kan ada Tuhan.”

Cinta, Tuhan, dan Pemulihan Diri*

Dalam obrolan yang makin mendalam, Maia mengajak Shabrina untuk menakar kembali bentuk cinta yang selama ini ia pertahankan:

“Kayaknya Shabrina nih juga terlalu mencintai manusia melebihi cintanya kepada Allah.”

Kutipan tersebut seperti pengingat lembut bahwa cinta manusia bisa goyah, namun cinta kepada Tuhan adalah jangkar yang menguatkan. Tak berhenti di sana, Maia pun menyarankan langkah konkret:

“Kamu mau nggak kayak konsultasi ke psikolog bagaimana cara menghilangkan kesakitan di masa lalu?”

Menjadi Sumber Kekuatan Baru

Keterbukaan Shabrina dan sikap suportif Maia menjadi cerminan bahwa proses penyembuhan bisa dimulai dari keberanian untuk mengakui luka. Tak sekadar menggugah simpati, episode ini menjadi ruang reflektif yang menginspirasi banyak orang—terutama mereka yang juga tumbuh dalam ketidaksempurnaan.

Artikel Terkait

InShot 20260716

DPRD Babel Desak PT Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung –…

IMG 20260716

Puisi Puisi Edy Sukardi

Pintu yang selalu terbuka Bagi siapa…