
BELITUNG TIMUR — Di sudut timur Pulau Belitung, tersembunyi sebuah lanskap magis bernama Gunung Lumut. Terletak di Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang tak biasa: hening, hijau, dan seolah membawa pengunjung ke dunia fantasi.
Meski secara geografis lebih tepat disebut bukit karena hanya memiliki ketinggian sekitar 173 meter di atas permukaan laut,
Gunung Lumut menyuguhkan atmosfer yang jauh melampaui ekspektasi. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju lokasi memakan waktu sekitar 1,5 jam, melewati kebun lada, hamparan sawit, dan rumah kayu khas kampung Melayu.
Sesampainya di kaki bukit, udara sejuk dan kelembapan khas hutan tropis langsung menyambut.
Trek menuju puncak dapat ditempuh dalam 30–45 menit, dengan jalur yang dipenuhi lumut hijau tebal bak permadani zamrud. Kabut tipis yang menggantung di antara pepohonan menciptakan suasana mistis, mirip latar film The Lord of the Rings.
“Waktu terbaik untuk tracking di sini memang saat musim hujan. Lumutnya lebih segar dan kabutnya masuk di sela pepohonan. Banyak yang bilang Gunung Lumut seperti negeri dongeng,” ujar Kristianto Putra, Ketua Pokdarwis Lindong Lumut
Tak hanya trekking, Gunung Lumut juga menyimpan kekayaan biodiversitas luar biasa. Wisatawan dapat menjumpai berbagai jenis lumut, anggrek bulan, kantong semar, hingga fauna unik seperti tarsius, tokek endemik “Tokek Ahok”, burung Rui yang dilindungi, dan kelelawar yang dijuluki “vampir palsu”.
Puncaknya menawarkan gardu pandang sederhana, namun strategis untuk menyapu lanskap desa dan hutan berkabut. Sejak 2021, kawasan ini menjadi bagian dari Geopark Belitong yang diakui UNESCO dan dikelola sepenuhnya oleh masyarakat lokal.
Tiket masuk mulai dari Rp125.000 per orang (minimal 4 orang), sudah termasuk trekking, minuman tradisional, pengenalan budaya, dan permainan lokal seperti Lesong Ketintong dan Alu Beserang. Paket camping juga tersedia untuk grup hingga 80 orang.
Gunung Lumut bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang alami yang menyatukan petualangan, edukasi, dan pelestarian budaya lokal. Sebuah negeri dongeng yang nyata, menunggu untuk dijelajahi.












