Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jejak Spiritual Syekh Abubakar Abdullah: Warisan Islam di Puncak Gunung Tajam
Img 20250727 165905

Jejak Spiritual Syekh Abubakar Abdullah: Warisan Islam di Puncak Gunung Tajam

Img 20250727 165848

oleh: Akhlanudin

Belitung — Di jantung Belitung Timur, tersembunyi sebuah kisah yang melampaui zaman: hikayat *Syekh Abubakar Abdullah*, ulama asal Aceh yang dipercaya sebagai penyebar pertama ajaran Islam di pulau ini pada abad ke-18.

Jejak dakwahnya bukan hanya membentuk peradaban lokal, tetapi juga meninggalkan warisan spiritual abadi di puncak Gunung Tajam.

Syekh Abubakar, dikenal juga sebagai Sayid Hasan bin Abdullah, tiba melalui Sungai Buding dan menetap di Desa Buding. Dengan pendekatan damai dan spiritual, ia mulai menyebarkan ajaran Islam ke berbagai penjuru Belitung.

Muridnya yang paling setia, Tu’ Kundo, menjadi tangan kanan dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat lokal.

Keberhasilan dakwah sang syekh ternyata menimbulkan ketegangan dengan penguasa lokal, Kiai Agus Bustam dari Kerajaan Balok. Merasa terancam, sang penguasa menggunakan metode mistik untuk membunuh sang syekh: menusuk jempol kaki kanannya dengan jarum emas—satu-satunya titik lemahnya yang dikenal lewat ilmu batin.

Sebelum wafat, Syekh Abubakar berpesan agar jasadnya dikuburkan “di antara langit dan bumi.” Karena Tu’ Kundo sedang berada di luar daerah, jenazahnya terlebih dahulu dimakamkan di hulu Sungai Air Batu Buding.

Namun, saat kembali dan mengingat pesan itu, Tu’ Kundo menafsirkan maksud sang guru sebagai permintaan agar dimakamkan di puncak Gunung Tajam, titik tertinggi di Belitung.

Keajaiban pun terjadi—jenazah yang telah dikubur selama berbulan-bulan ditemukan utuh dan harum. Proses pemindahan makam dipandu oleh kucing kesayangan sang syekh, yang akhirnya wafat di lokasi pemakaman.

Penggalian berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, dengan hanya tujuh murid yang bertahan hingga akhir pemakaman.

Kini, di puncak Gunung Tajam berdirilah makam Syekh Abubakar Abdullah, yang dikenal sebagai Keramat Gunung Tajam.

Lokasi ini menjadi tempat ziarah umat Islam dari berbagai penjuru, bukan hanya mencari berkah, tetapi juga menyambung kembali tali sejarah dan spiritualitas pulau Belitung.

*) Akhlanudin Ketua Dewan Kesenian Belitung 2014-2018

Artikel Terkait

InShot 20260415

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tetap hadir ESu Dalam diamnyadalam…

Snapinst.to 0Mjxqz6yANtD75YILuwZk8C4 Q2OPv1s E&p9rKlRoB3nFGHmJ

Kabar Baik: Universitas Muhammadiyah Bogor…

Intisari:Berita Bogor – Dunia pendidikan tinggi…

Snapinst.to O 1PLZmIA4R8M7wo&vxn9JFG0 t2DupN5Cs6KlrQ3qBYzHyEkj

62 Tahun IMM: Melahirkan Kader…

Intisari: Berita Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)…