
Dalam buku Herinneringen aan Blitong: Historisch, Lithologisch, Mineralogisch, Geographisch, Geologisch en Mijnbouwkundig, insinyur tambang Pemerintah Hindia-Belanda sekaligus pionir perusahaan tambang timah Billiton, Cornelis De Groot, mengisahkan proses penamaan pusat distrik baru di wilayah timur Pulau Belitong.
Perdebatan Nama Distrik Baru
Pada masa itu, dua pejabat tinggi NV Billiton Maatschappij memiliki pandangan berbeda:
- J.F. den Dekker, kepala distrik pertama, mengusulkan nama Distrik Burong Mandi.
- F.W.H. Von Hedemann, Hoofdadministratie yang membawahi seluruh kepala distrik, mengusulkan nama Lenggang, diambil dari sungai terbesar di wilayah tersebut.
Akibat perbedaan pendapat ini, distrik baru sempat dikenal sebagai Distrik Burong Mandi–Lenggang.
Pilihan Nama oleh Cornelis De Groot
Cornelis De Groot kemudian diminta memilih nama yang paling tepat untuk ibu kota distrik baru. Ia memilih nama Manggar, diambil dari Sungai Manggar, yang terletak di tengah-tengah wilayah tambang dan diyakini memiliki potensi besar untuk pengembangan pusat distrik. Sungai ini juga merupakan lokasi penemuan Nipah Malang oleh J.F. den Dekker.
Pada tahun 1866, nama distrik resmi diubah menjadi Distrik Manggar, sebagaimana tercatat dalam lampiran buku Billiton-Opstellen karya P.H. Van Der Kemp yang diterbitkan di Batavia tahun 1886, dan dikutip oleh KPSB Peta Belitung.
J.F. den Dekker: Tokoh Pertambangan Timah Belitong
Kisah hidup J.F. den Dekker juga diabadikan dalam karya sastra berjudul Saer Perjalanan Toen JF Den Dekker dan anaknya L. Den Dekker, ditulis oleh sahabat dekatnya, Datuk Entjik Mohammad Arsyad bin Lendoet, seorang juru tulis asal Sijuk.
Dalam karya tersebut, Datuk Arsyad menulis bahwa meskipun J.F. den Dekker bukan insinyur tambang dan tidak memiliki pendidikan tinggi formal, ia berhasil meraih kesuksesan besar dalam dunia pertambangan timah di Belitong. Kesuksesannya bahkan mendapat pujian langsung dari pimpinan tertinggi NV Billiton Maatschappij.
Tambang-Tambang Kaya yang Dipimpin
Beberapa tambang yang dipimpin oleh J.F. den Dekker memiliki tingkat kekayaan tinggi, antara lain:
- Tambang Parit Timah Asam Lobang
- Tambang Timah Parit Bengkuang di Manggar, yang kini dikenal sebagai Kulong Minyak
Warisan dan Perjalanan Lanjutan
Pada tahun 1881, J.F. den Dekker pensiun dari jabatannya. Meski demikian, pembangunan Distrik Manggar tetap berlanjut, termasuk:
- Pembangunan akses jalan dan jembatan penghubung
- Pendirian kawasan pemukiman dan gudang untuk para pejabat Belanda NV Billiton Maatschappij
Di masa pensiunnya, J.F. den Dekker melanjutkan perjalanan ke Timor dan Pahang, Malaysia, dengan tujuan serupa: mencari butiran pasir timah. Perjalanan ini kemudian dilanjutkan oleh putranya, Lois den Dekker, bersama dua rekannya dari masa tugas di Belitong: Kapiten Ho A Joen dan Lim A Sun.













