
Jakarta, 1 September 2025 — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara setelah rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah massa dalam dua gelombang pada dini hari Minggu, 31 Agustus 2025. Alih-alih meluapkan kemarahan,
Sri Mulyani menyampaikan pesan reflektif dan menyentuh melalui akun media sosialnya, menyerukan etika, empati, dan komitmen terhadap demokrasi yang beradab.
Rumah Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, menjadi sasaran penjarahan dua kali—sekitar pukul 01.00 dan 03.00 WIB.
Menurut kesaksian warga dan petugas keamanan, gelombang kedua melibatkan ratusan hingga seribuan orang, mayoritas berusia muda.
Para pelaku merangsek masuk dan mengambil barang-barang berharga seperti sepeda, tas, dan jam tangan. Beberapa saksi menyebut adanya komando dari dalam mobil sedan putih, serta suara petasan yang memicu aksi massa.
Pasca kejadian, rumah Sri Mulyani dijaga ketat oleh aparat TNI. Warga sekitar menduga pelaku bukan berasal dari lingkungan setempat, mengingat logat dan wajah yang tidak dikenali. Beberapa petugas keamanan mengalami luka akibat lemparan batu.
Dalam unggahan media sosialnya, Sri Mulyani menulis:
“Saya memahami membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah, terjal, dan sering berbahaya… Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur.”
Ia menegaskan bahwa tugas negara harus dijalankan dengan amanah, integritas, dan profesionalisme, serta menolak segala bentuk intimidasi dan kekerasan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif:
“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan… Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.”
Sri Mulyani menutup pesannya dengan permohonan maaf atas segala kekurangan dan harapan agar bangsa Indonesia tetap diberkahi dan dilindungi.
Sikapnya yang tenang dan penuh empati menuai apresiasi luas dari publik, menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteguhan dalam menghadapi ujian.
.












