Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Pernyataan Kontroversial Menkeu Purbaya Soal Tuntutan 17+8 Picu Kritik, Kini Minta Maaf dan Janji Perbaikan Ekonomi
Inshot 20250909 235900664

Pernyataan Kontroversial Menkeu Purbaya Soal Tuntutan 17+8 Picu Kritik, Kini Minta Maaf dan Janji Perbaikan Ekonomi

Img 20250909 235832

Jakarta, 9 September 2025 — Baru sehari menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa langsung menjadi sorotan publik setelah pernyataannya soal gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat viral dan dinilai minim empati.

Dalam responsnya terhadap tuntutan tersebut, Purbaya sempat menyebut bahwa aspirasi itu berasal dari “sebagian kecil rakyat yang hidupnya masih kurang,” sebuah pernyataan yang memicu gelombang kritik dari aktivis, akademisi, dan masyarakat luas

Dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/9), Purbaya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengklarifikasi bahwa maksud ucapannya bukan untuk meremehkan suara rakyat, melainkan bentuk kekeliruan komunikasi yang terjadi di tengah tekanan awal masa jabatan.

“Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah. Mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan. Jadi kuncinya di situ,” ujar Purbaya

Ia mengaku terkejut pernyataannya menjadi viral dan menyebutnya sebagai proses pembelajaran penting dalam komunikasi publik.

Purbaya juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kondisi ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat

Respons Publik dan Kritik Akademisi

Pernyataan awal Purbaya dinilai oleh pengamat politik Ubedilah Badrun sebagai miskin empati dan tidak berbasis data. Ia menyoroti bahwa mayoritas rakyat Indonesia saat ini hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, merujuk pada data Bank Dunia yang menyebutkan sekitar 68,3% penduduk Indonesia masuk kategori miskin berdasarkan standar PPP 2021

“Saya menyayangkan komunikasi publik Menkeu Purbaya buruk dan cenderung arogan. Itu momen pertama kali ia berbicara di hadapan publik sebagai Menkeu, dan sangat penting untuk dicermati,” ujar Ubedilah

Gerakan 17+8 dan Aspirasi Reformasi

Gerakan 17+8 Indonesia Berbenah, yang digagas oleh sejumlah aktivis muda seperti Jerhemy Owen, Jerome Polin, Andovi da Lopez, dan Fathia Izzati, menuntut reformasi menyeluruh di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan transparansi pemerintahan.

Tuntutan ini telah mendapat dukungan luas di media sosial dan menjadi simbol keresahan generasi muda terhadap stagnasi kebijakan publik

Komitmen Perbaikan dan Target Ekonomi

Menkeu Purbaya menyatakan akan mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperluas akses kesejahteraan.

“Ada sesuatu yang bisa diperbaiki yang membuat masyarakat lebih mudah mencari kerja. Semuanya bisa sejahtera bersama. Itu tujuan utamanya,” tegasnya

Artikel Terkait

InShot 20260811

Dosen Gizi UMBARA Dr. Lora…

BOGOR, 11 Agustus 2026 – Sivitas…

InShot 20260811

Bambang Pati Jaya: Penanganan Sampah…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 11 Agustus…

InShot 20260811

Rapat Paripurna Usulan Pemakzulan Wagub…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 11 Agustus…