BELITUNG — Pemerintah menetapkan alokasi pupuk subsidi Kabupaten Belitung tahun 2025 sebesar 560.390 kilogram, mencakup tiga jenis pupuk: urea (125.721 kg), NPK (349.646 kg), dan organik (85.023 kg).
Dari lima kecamatan, Membalong tercatat sebagai penerima terbesar dengan total 351.193 kg.
Rincian Alokasi per Kecamatan
| Kecamatan | Urea (kg) | NPK (kg) | Organik (kg) | Total (kg) |
|---|---|---|---|---|
| Membalong | 76.500 | 200.750 | 73.943 | 351.193 |
| Sijuk | 18.200 | 52.800 | 6.400 | 77.400 |
| Tanjungpandan | 16.150 | 49.750 | 4.680 | 70.580 |
| Badau | 14.871 | 37.846 | 0 | 52.717 |
| Selat Nasik | 0 | 8.500 | 0 | 8.500 |
Mekanisme Penyaluran
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, Destika Efenly, menegaskan bahwa pupuk subsidi hanya disalurkan kepada petani anggota kelompok tani melalui mekanisme Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Kalau butuh 100 kilogram, bisa saja hanya terpenuhi 40 kilogram. Prinsipnya subsidi, bukan pemenuhan penuh,” ujar Destika, Senin (29/9/2025).
Subsidi pupuk hanya berlaku untuk 10 komoditas utama, yaitu: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, kakao, tebu, dan ubi kayu.
Lada Belum Masuk Daftar
Meski menjadi komoditas khas Belitung, lada belum masuk skema subsidi. Destika menyebut pihaknya telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat.
“Lada belum masuk. Itu baru kita ajukan, sedang diperjuangkan,” katanya.
Harga Pupuk Subsidi
Harga pupuk subsidi di tingkat pengecer jauh lebih murah dibandingkan komersial. Contohnya, NPK subsidi sekitar Rp12.500/kg, sedangkan non-subsidi bisa mencapai Rp15.000/kg.












