BELITUNG — Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyatakan kesiapannya untuk bertemu dan mendengarkan langsung keluhan para istri tersangka kasus dugaan penyelundupan timah sebanyak 15 ton. Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan mendadak rombongan istri dan kerabat tersangka ke Kantor Bupati Belitung pada Kamis (2/10/2025).
Dalam keterangannya seperti dilansir dari Posbelitung Djoni menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menemui rombongan tersebut secara langsung. Ia menjelaskan bahwa pada hari itu, agenda kerja sangat padat, termasuk peninjauan lapangan dan menerima kunjungan pejabat eselon I dari kementerian.
“Tentu bisa (pertemuan), karena Bupati ini pelayan masyarakat. Bupati tidak menutup pintu untuk itu, asal disampaikan dengan baik dan santun,” ujar Djoni.
Ia juga meminta bantuan awak media untuk menjembatani komunikasi dan mengatur waktu pertemuan yang sesuai. Djoni menegaskan bahwa dirinya akan mengagendakan pertemuan khusus dengan para istri tersangka dalam waktu dekat.
Kasus Masih Ditangani Polres, Pemda Tak Bisa Intervensi
Terkait proses hukum, Djoni menegaskan bahwa kasus penyelundupan timah tersebut masih dalam penanganan Polres Belitung. Ia meminta masyarakat untuk memberikan ruang dan waktu kepada aparat kepolisian agar dapat menyelesaikan penyelidikan secara tuntas.
“Pemda tidak bisa melakukan intervensi terhadap proses hukum. Kita harus hormati kewenangan aparat,” tegasnya.
Presiden Prabowo Sudah Beri Atensi
Djoni juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak sosial dari kasus ini, terutama bagi keluarga para tersangka. Ia menyebut bahwa para suami yang kini ditahan merupakan tulang punggung keluarga.
“Saya secara pribadi cukup prihatin dengan masalah ini. Apalagi suami mereka ini tulang punggung keluarga. Tapi kita tahu ini juga sudah menjadi atensi dari Presiden,” katanya.
Ia menambahkan bahwa praktik penyelundupan timah telah merugikan negara dalam jumlah besar, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Tuntutan Rombongan Istri Tersangka
Sebelumnya, rombongan istri dan keluarga tersangka mendatangi Kantor Bupati Belitung dengan harapan dapat menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung.
Selain meminta perhatian terhadap nasib keluarga, mereka juga mendesak aparat kepolisian untuk menangkap pemilik barang bukti timah yang diduga belum tersentuh hukum.
Namun, karena kedatangan mereka tidak terjadwal dan agenda Bupati yang padat, pertemuan tersebut belum dapat dilaksanakan.












