Intisari Berita
- Kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta akan dilakukan secara daring mulai Senin, 10 November 2025, hingga kondisi sekolah dinyatakan aman.
- Dukungan psikologis akan diberikan selama masa pemulihan, termasuk saat pembelajaran jarak jauh.
- Pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pemulihan.
- Pemprov Jakarta berkomitmen untuk mendampingi seluruh korban, guru, dan siswa agar pulih sepenuhnya.
- Sebanyak 29 korban masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Jakarta, 9 November 2025 – SMAN 72 Jakarta mengumumkan peralihan mendadak ke sistem pembelajaran daring yang mulai berlaku pada Senin, 10 November 2025, menyusul insiden ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan siswa serta staf, sementara pihak berwenang melakukan investigasi.
Ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November, memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini, area sekolah sedang menjalani pemeriksaan keamanan dan proses sterilisasi oleh pihak kepolisian.
“Kami memprioritaskan pemulihan mental dan emosional para siswa sebelum mereka kembali ke ruang kelas,” ujar Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. “Sesi daring akan difokuskan pada dukungan psikologis, dipandu oleh wali kelas dan psikolog, agar siswa merasa aman dan nyaman.”
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh kepada seluruh siswa, guru, dan keluarga yang terdampak. Saat ini, sebanyak 29 orang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Iin Mutmainnah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, memastikan bahwa dukungan psikologis jangka panjang akan tersedia selama masa pembelajaran daring. Unit layanan keliling SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) telah ditempatkan di sekitar sekolah untuk memberikan konseling gratis bagi siswa, guru, keluarga terdampak, dan warga sekitar.
Selain bantuan psikologis, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menjadwalkan dukungan klinis dan mengerahkan tenaga medis bagi mereka yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memastikan proses pemulihan yang komprehensif, termasuk dukungan psikologis yang memadai.
Selama akhir pekan, para siswa dan orang tua mendatangi sekolah untuk mengambil barang-barang yang tertinggal pasca ledakan. Pihak berwenang juga telah memulai proses pembersihan ruang ibadah (mushola) yang menjadi lokasi awal ledakan.
Pihak sekolah akan mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membahas langkah-langkah pemulihan yang sedang dijalankan, dengan dukungan dari psikolog, guru, dan otoritas lokal. Jadwal dimulainya kembali pembelajaran tatap muka masih belum dapat dipastikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau situasi dan memberikan dukungan agar lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat segera dipulihkan.












