Merayu dengan Pantun
ESu
Ibu-ibu cekatan
mendayung perahu
mendekati kapal klotok
yang kami tumpangi
Mereka menawarkan
dagangan Mereka
Aneka makanan
dan buah-buahan
buah-buahan langka
yang diambil dari hutan
Ada nasi bungkus
dan goreng pisang
Ada juga jual sate
dan sup ikan
Mereka merayu pembeli
dengan pantun
yang menyenangkan hati
“Di sana gunung di sini gunung
di tengah-tengah taman melati
sekarang jangan lagi bingung
Ada bapak yang baik hati”
Mereka sambung lagi
pantunnya
“Jalan jalan ke kota Mekkah
Jalan kaki keliling ka’bah
jangan takut bersedekah
Rejeki bapak akan bertambah”
Oi Bapak
” bunga melati di pinggir kali
Harum semerbak di pagi hari
jangan takut bapak berbagi
insya Allah rejekinya bertambah lagi
Inilah sepenggal peristiwa
belanja di Pasar Terapung
Lok Baintan
Belum lagi matahari terbit
sudah tertawa gelak
sambil belanja berbalas pantun.
Susur Sungai
Martapura Lok Baintan
13 Nopember 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














