Intisari Berita
- Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Belitung, Munandar Motong, meminta maaf atas gangguan suplai air PDAM di Tanjungpandan selama 10 hari akibat kerusakan panel vital mesin.
- Perbaikan sudah selesai dengan bantuan mekanik dari Jakarta dan mesin sudah berjalan normal setelah uji coba. Pasokan air bersumber dari Embung Tirta Batu Mentas dengan tambahan 20% dari kolong Air Serkuk, meskipun Air Serkuk sering mengalami keruh akibat tambang timah ilegal.
- PDAM melakukan patroli untuk menjaga sumber air dan mengimbau penambang ilegal berhenti beroperasi.
BELITUNG, 21 November 2025 – Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Belitung, Munandar Motong, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PDAM, khususnya warga Tanjungpandan, atas tersendatnya suplai air selama 10 hari terakhir.
Menurut Munandar, gangguan tersebut disebabkan kerusakan pada beberapa panel vital mesin PDAM. Namun, perbaikan sudah selesai dilakukan setelah mekanik dari Jakarta beserta alat yang dibutuhkan tiba dan dipasang.
Uji coba semalam selama dua jam dan pagi hari juga tidak menemukan kendala, sehingga mesin diharapkan dapat beroperasi normal kembali.
Seluruh pasokan air untuk Tanjungpandan bersumber dari Embung Tirta Batu Mentas, dengan tambahan dorongan 20 persen dari kolong Air Serkuk untuk menjangkau wilayah tertentu seperti Perumnas.
Namun, Air Serkuk kerap menghadapi masalah kualitas air yang memburuk akibat aktivitas tambang timah ilegal di sekitar sumbernya.
Untuk mengatasi hal itu, PDAM melakukan patroli dari jam 12 malam sampai 4 pagi. Munandar juga mengimbau penambang ilegal agar berhenti beroperasi, karena dampaknya merugikan ribuan warga yang membutuhkan air bersih.
“Sekali lagi, saya atas nama Bupati meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan selama ini,” tegasnya.












