Intisari Berita
- Dinas Pendidikan Belitung Timur (Dindik Beltim) melarang sekolah menerima hadiah atau memungut biaya dari siswa dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025.
- Plt Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Ikhwan Fakhrozi, menegaskan imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah pencegahan agar HGN tidak menimbulkan beban bagi siswa maupun orang tua.
- Tradisi pemberian bingkisan kepada guru, termasuk yang pensiun, diakui sebagai niat baik, tetapi berpotensi menimbulkan tekanan sosial sehingga diarahkan pada bentuk apresiasi non-materi.
- Ikhwan menyarankan penghargaan berupa ucapan tulus, kartu sederhana, atau karya kreatif siswa yang lebih bermakna dan edukatif.
- Kepala sekolah diminta menyampaikan imbauan ini kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua/wali.
- Harapannya, HGN 2025 menjadi momentum meneguhkan esensi profesi guru: dedikasi, keteladanan, dan pelayanan tanpa pamrih.
BELITUNG – Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur menegaskan komitmen menjaga profesionalitas dan integritas di lingkungan sekolah. Dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, seluruh satuan pendidikan diminta tidak menerima hadiah maupun memungut biaya dari siswa.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Beltim, Ikhwan Fakhrozi, menekankan imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah pencegahan agar momen HGN tidak dimanfaatkan untuk praktik yang membebani peserta didik dan orang tua.
“Peringatan Hari Guru harus tetap berada dalam koridor etika dan integritas. Tidak ada alasan bagi sekolah untuk memungut biaya atau menerima pemberian apa pun dari siswa,” tegas Ikhwan, Senin (24/11/2025).
Ikhwan mengakui tradisi memberi bingkisan kepada guru, termasuk yang pensiun, sering dilakukan dengan niat baik. Namun, ia mengingatkan agar praktik tersebut tidak menimbulkan tekanan sosial.
“Kami memahami apresiasi siswa kepada guru merupakan hal yang baik. Tetapi penghargaan itu tidak harus berupa hadiah atau materi. Ucapan tulus, kartu sederhana, atau karya kreatif jauh lebih bermakna dan edukatif,” jelasnya.
Dindik Belitung Timur juga meminta kepala sekolah memastikan imbauan ini tersampaikan kepada seluruh pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua/wali.
Ikhwan berharap peringatan HGN tahun ini benar-benar menjadi momentum untuk meneguhkan esensi profesi guru.
“Hari Guru adalah saat kita menegaskan kembali bahwa profesi guru berdiri di atas dedikasi, keteladanan, dan pelayanan tanpa pamrih. Itulah penghargaan sejati yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.












