Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Berita Global
  • Gibran Sampaikan Pidato Soal AI dan Mineral Kritis di KTT G20 Afrika Selatan, Kunjungi Sarapan Bareng Wartawan dengan Suasana Akrab
Img 20251125 073729

Gibran Sampaikan Pidato Soal AI dan Mineral Kritis di KTT G20 Afrika Selatan, Kunjungi Sarapan Bareng Wartawan dengan Suasana Akrab

Initisari Berita

  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming menghadiri hari kedua KTT G20 2025 di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu (23/11/2025).
  • Pagi itu, ia menggelar sarapan akrab bersama wartawan Indonesia dengan suasana hangat dan berfoto bersama. Saat berangkat ke venue, ia disambut staf hotel yang melantunkan lagu khas “Shosholoza” dan ikut menyanyi.
  • Di KTT G20, Gibran menyampaikan pidato ketiga seputar AI, mineral kritis, dan kesenjangan digital, menekankan perlunya kerja sama global agar AI menjadi kekuatan inklusif.
  • Ia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil dan berfoto bersama menteri serta awak media di Media Center.

JOHANNESBURG, – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menghabiskan hari kedua keikutsertaannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2025 di Johannesburg Expo Centre, Afrika Selatan, Minggu (23/11/2025), dengan agenda padat—mulai dari sarapan akrab bersama wartawan hingga menyampaikan pidato penting seputar teknologi dan sumber daya alam di hadapan kepala negara dari 20 negara terbesar di dunia.

Pagi itu, Johannesburg terasa cukup sejuk meski matahari Afrika Selatan sudah memancar terang dari balik jendela restoran hotel tempat Gibran dan rombongan bermalam.

Rombongan wartawan Indonesia sudah memulai hari dengan sarapan sebelum pada pukul 08.15 WIB, seorang staf Sekretariat Wakil Presiden mengundangnya untuk makan bersama Gibran di ruangannya.

Rasa senang dan kaget bercampur aduk merasakan para wartawan karena mendapat kesempatan makan satu meja dengan orang nomor dua di Indonesia di tengah kesibukannya menghadiri sesi penting KTT G20.

Suasana di ruang sarapan berlangsung sangat akrab dan cair—bukan pertama kalinya Gibran berinteraksi erat dengan awak media.

Di ujung meja, Gibran menyantap sepiring menu sarapan sederhana namun mengenyangkan: telur, kentang, dan buah-buahan.

Sementara itu, para wartawan disuguhi roti, brownies, dan segelas air putih—notabene karena mereka sudah sarapan sebelumnya, bukan karena dibedakan.

Suara gesekan piring dan alat makan meramaikan percakapan ringan yang penuh kehangatan, dengan Gibran menunjukkan ekspresi yang santai sepanjang obrolan. Satu jam berlalu tanpa terasa, dan momen itu diakhiri dengan pengambilan foto bersama sebagai kenang-kenangan berharga.

Setelah selesai sarapan, Gibran menuju lobi hotel di mana para staf sudah berbaris untuk memberi semangat dan melepas keberangkatan.

Lantunan lagu khas Afrika Selatan “Shosholoza” bergema memenuhi ruangan, disertai tepuk tangan dan iringan alat musik pukul.

Gibran pun ikut menyanyi dan menepuk tangan bersama para staf, yang menunjukkan sorotan mata antusias ketika melihat Wakil Presiden menikmati nyanyian mereka.

Pukul 09.40 waktu setempat, Gibran pun berangkat ke Johannesburg Expo Centre menggunakan mobil dinas yang telah menunggu.

Di venue KTT G20, suasana hari ketiga tidak jauh berbeda dari sebelumnya—awak media dari berbagai penjuru dunia hanya bisa meliput dari Media Center yang disediakan, menyaksikan acara melalui layar televisi besar.

Di situ, Gibran menyampaikan pidato ketiganya yang berfokus pada tiga topik krusial: perkembangan artificial intelligence (AI), mineral kritis, dan kesenjangan digital.

“Dalam beberapa dekade mendatang, AI akan menjadi penentu kekuatan ekonomi global. Namun hari ini, manfaat yang ditawarkannya masih sangat timpang—terkonsentrasi hanya di segelintir perusahaan dari beberapa negara maju,” ujar Gibran dalam bahasa Inggris di hadapan para kepala negara G20.

Ia menekankan bahwa kerja sama global adalah kunci untuk memastikan teknologi AI memberi manfaat secara luas dan tidak justru memperlebar jurang ketimpangan yang sudah ada.

Menurutnya, G20 memiliki tanggung jawab untuk membuat AI menjadi kekuatan yang inklusif, yang dapat dinikmati oleh semua negara, baik maju maupun berkembang.

Selain menyampaikan pidato, Gibran juga menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Kanselir Republik Federal Jerman, Lars Klingbeil, di sela acara KTT G20.

Di akhir hari, ia juga terlihat bersama para menteri, wakil menteri, dan rombongan awak media di area halaman Media Center, mengakhiri hari kedua keikutsertaannya yang padat dan berarti.

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Gibran Sampaikan Pidato Soal AI dan Mineral Kritis di KTT G20 Afrika Selatan, Kunjungi Sarapan Bareng Wartawan dengan Suasana Akrab – Media Daulat Rakyat