Intisari Berita
- Video viral menunjukkan puluhan warga berlindung di hutan untuk menghindari longsor dan banjir bandang.
- Seorang pria dalam video memohon bantuan kepada Bupati Tapanuli Tengah.
- Rosmawati Zebua (30) menyatakan tujuh anggota keluarganya termasuk ibunya dan adik-adiknya juga terjebak.
- Komunikasi dengan keluarga Rosmawati terputus setelah pukul 10.30 WIB karena masalah jaringan telekomunikasi.
- Pemerintah setempat melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan belum menerima kabar dan sedang menelusuri situasi tersebut.
Medan – Sekitar 50 warga dilaporkan terjebak di tengah hutan di Kelurahan Huta Nabolon, Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Sebuah video yang menunjukkan kondisi warga yang memprihatinkan ini viral di media sosial, Rabu (26/11/2025).
Dalam video singkat yang beredar, terlihat puluhan warga berlindung di tengah hutan, sebagian mengenakan jaket hujan dan payung.
Seorang pria yang merekam video tersebut terdengar memohon bantuan kepada Bupati Tapanuli Tengah.
“Pak Bupati tolong kami di sini, Pak Bupati. Kami sudah di tengah hutan ini. Kiri kanan sudah longsor Pak Bupati. Gak ada lagi jalan keluar Pak Bupati. Ada sekitar 50 orang kami ini Pak Bupati,” ujarnya dalam video tersebut.
Rosmawati Zebua (30), yang mengunggah video tersebut, mengungkapkan bahwa tujuh anggota keluarganya juga terjebak di hutan, termasuk ibunya, dua adiknya, serta keluarga dari abang kandungnya.
“Saya sempat video call dengan mereka Selasa sekitar pukul 10 pagi. Di situ, mereka bilang sudah mengevakuasi diri ke hutan karena banjir bandang sudah menerjang rumah dan gereja di sana,” kata Rosmawati
Rosmawati menambahkan, komunikasi dengan keluarganya terputus sekitar pukul 10.30 WIB setelah jaringan telekomunikasi di daerah tersebut mengalami gangguan. “Sampai sekarang saya masih menanti kabar. Semoga mereka selamat,” harapnya.
Sementara itu, Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai situasi tersebut dan sedang melakukan penelusuran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai upaya evakuasi terhadap warga yang terjebak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara.












