Intisari Berita
- Komite Reformasi Belitong kritik Gubernur Babel, Hidayat Arsani, soal gaya kepemimpinan “bedincak” yang dianggap menutupi masalah serius seperti dugaan korupsi dan ketidakpedulian terhadap masalah daerah.
- Mereka mendesak Arsani menghentikan politik pencitraan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyadarkan pemimpin atau “menyeretnya” demi kebaikan Bangka Belitung.
Tanjungpandan, Belitung – Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan (KRUBMD) mengeluarkan pernyataan sikap keras terhadap Gubernur Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, terkait gaya kepemimpinannya yang dianggap tidak sesuai dengan realitas permasalahan yang dihadapi provinsi tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada hari Rabu, 26 November 2025, di Tanjungpandan.
KRUBMD menyoroti kegiatan “bedincak” (hiburan rakyat) yang dilakukan oleh Gubernur Arsani, yang dinilai sebagai upaya mengalihkan perhatian dari masalah-masalah serius yang tengah dihadapi Babel. “Minggu ini rakyat Bangka Belitung disuguhi hiburan rakyat bedincak oleh Gubernurnya, seolah-olah provinsi ini tidak ada masalah, semua baik-baik saja…??,” tulis KRUBMD dalam pernyataan sikapnya.
Komite ini mengungkapkan bahwa setelah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan dan melakukan audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ditemukan fakta-fakta yang mengkhawatirkan. Di antaranya adalah keprihatinan Kemendagri terhadap masalah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel yang berlarut-larut, serta upaya menghindar dari Gubernur Arsani untuk bertemu dengan utusan Kemendagri.
Selain itu, KRUBMD juga menyoroti tiga masalah hukum yang melibatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel, mulai dari masalah hutang hotel, kasus ijazah palsu, hingga dugaan korupsi sebesar Rp 500 Miliar yang telah dilaporkan ke KPK oleh Corruption Investigation Committee (CIC) pada 10 November 2025.
“Masalah-masalah di atas telah memicu fenomena yang semakin tidak serumpun dan tidak sebalai seperti yang dirasakan selama 25 tahun ini oleh masyarakat Belitong akibat slogan kosong KESETARAAN yang selama ini dijadikan fondasi rapuh Provinsi ini,” tegas KRUBMD.
Menanggapi hal ini, KRUBMD meminta Hidayat Arsani untuk menghentikan “politik bedincak” yang dianggap menutupi masalah inkonsistensi dan arogansi kepemimpinan. Mereka juga mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menyadarkan pemimpin mereka, dan jika tidak berhasil, menyerukan untuk “disandarkan” demi kebaikan rakyat Bangka Belitung.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Koordinator KRUBMD, Soehadie Hasan. KRUBMD sendiri dapat dihubungi melalui sekretariat mereka di Jl. Pangeran Diponegoro No 22 RT 22 RW 09 Kelurahan Pangkal Lalang Kecamatan Tanjungpandan Belitung Prov. Bangka Belitung, atau melalui nomor telepon 081 1717 1742-0819 1717 1711.
Catatan: Berita ini dibuat berdasarkan pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Komite Reformasi untuk Belitong Masa Depan.












