Semakin Bercahaya
ESu
Ketika aku mendapat tugas
Membangun padepokan baru
Aku tak mengumpulkan
batu kali, semen, pasir
serta batang-batang besi
Langkah yang kumulai
adalah meraba hati
menyatukan langkah
menyatukan persepsi
Betulkah ini rumah kita
Pak kiyai bilang
Rumah kita tak perlu pagar
Kita hanya perlu pintu
dan jendela agar senantiasa
kita bisa bertukar udara
Pelan-pelan
Aku membaca suasana
di sini aku tak hanya
menata manajemen
tapi aku mengubah pola pikir
dan membangun budaya zikir
Kader-kader muda
datang membawa hati
mereka ingin bersinergi
mereka tak bertanya
berapa jumlah gaji
Aku yang malu hati
Aku mengajak mereka
membuka jalan
memasang lampu-lampu
agar terpancar terang
Siapa menanam
dia akan memetik panen
Padepokanku kini bercahaya
Mereka datang
ingin membantu
dan berbagi ilmu
mereka datang kemari
dengan niat yang sama
membentangkan tenda
keteduhan hati
dan ada gairah memberi
Pelan-pelan padepokan ini
Makin terang dan semakin
terbuka peluang untuk
mengukir legasi kemajuan
Satu-satu datang
mengulurkan tangan
Kami ingin ikut nyalakan lampu
Agar padepokan ini
Makin terang
bergelora, membara
di Padepokan ini
terhimpun segala kebajikan
Tiga tahun UMBARA
Selangkah di depan
dari tatar Sunda untuk Dunia
UMBARA
8 Desember 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














