Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Gubernur Babel Laporkan ke Polisi Gegara Dituding Tak Bayar Utang Rp825 Juta
Inshot 20251210 105500416

Gubernur Babel Laporkan ke Polisi Gegara Dituding Tak Bayar Utang Rp825 Juta

Intisari Berita

  • Pemilik toko material Fira Mustika Indah melaporkan gubernur Babel Hidayat Arsani ke Polda Babel Selasa (9/12) malam atas dugaan penipuan dan penggelapan, karena diduga memiliki utang material Rp825,3 juta untuk proyek apartemen.
  • Hidayat membantah seluruh tuduhan, menyatakan tidak pernah berurusan dengan Fira, dan pada Rabu (10/12) pagi melaporkan Fira ke polisi atas pencemaran nama baik.
  • Kontraktor proyek Ricky Gunawan juga menyatakan masalah utang itu murni antara dirinya dengan Fira, tidak ada kaitannya dengan Hidayat.

PANGKALPINANG BANGKA – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, Rabu (10/12/2025) pagi membuat laporan polisi ke SPKT Polda Babel atas tuduhan pencemaran nama baik. Laporan ini dibuat setelah ia dituding memiliki utang tak dibayar senilai Rp825.318.000 oleh pemilik toko material, Fira Mustika Indah.

Mengendarai kendaraan dinas Alphard hitam berplat BN 1 Toyota dan mengenakan baju dinas putih, Hidayat tiba di Polda Babel didampingi ajudan pribadinya. Sampai pukul 08.33 WIB, ia masih dalam proses membuat laporan. “Saya semalam dilapor ke Polda, padahal saya tidak ada utang ataupun mendatangi toko milik dia. Jadi, pagi ini saya mau buat laporan karena pencemaran nama baik,” katanya kepada petugas.

Fira Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Sebelumnya, Fira Mustika Indah (69) dari Jalan RE Martadinata, Kelurahan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, telah mendatangi SPKT Polda Babel pada Selasa (9/12/2025) malam bersama tim penasihat hukum. Ia melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berdasarkan Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP.

Penasihat hukumnya, Irva Risti Widiatari, menyatakan laporan berkaitan dengan pengambilan material bangunan sejak 2015 untuk proyek apartemen milik Hidayat di Pangkalpinang. Total pengambilan mencapai Rp4 miliar, namun hanya Rp3,1 miliar yang dibayar melalui delapan lembar cek (hanya dua yang dapat dicairkan). Sisanya, Rp825.318.000, belum dilunasi. Fira juga melaporkan pengambilan material tambahan periode 2018–2019 senilai Rp38.651.000 yang juga belum dibayar.

Menurut Irva, Hidayat pernah menjanjikan pelunasan setelah terpilih sebagai gubernur, namun upaya somasi gagal dan pihaknya malah mendapat ancaman dilaporkan balik. “Tidak ada itikad baik untuk melunasi, sehingga kami membuat laporan resmi,” tegasnya.

Hidayat Membantah Seluruh Tuduhan

Ketika ditemui di kediamannya pada Selasa malam, Hidayat membantah segala tuduhan. Ia menegaskan tidak pernah berutang, mendatangi toko Fira, atau mengambil material. “Kalau memang ada bukti, malam ini juga saya bayar, bahkan dua kali lipat,” katanya.

Ia menjelaskan hanya memiliki hubungan kerja sama dengan kontraktor Ricky Gunawan dalam proyek apartemen. Rio dan Asiong, yang disebut dalam laporan Fira sebagai karyawannya, sebenarnya adalah pekerja di bawah Ricky. “Semua kewajiban saya kepada Riki sudah selesaikan. Urusan Rio dan Asiong itu internal mereka,” ujarnya.

Hidayat siap memenuhi panggilan polisi dan meminta pembuktian rinci. Ia juga menilai tuduhan itu dapat berbalik menjadi masalah hukum bagi Fira jika tidak terbukti.

Ricky: Masalah Murni Antara Saya dan Fira

Kontraktor Ricky Gunawan juga membantah keterlibatan Hidayat dalam masalah ini. Menurutnya, persoalan utang dan pengambilan material adalah urusan perdata antara dirinya dengan Fira. “Intinya, ini urusan saya dengan dia. Tidak ada kaitannya dengan Pak Dayat,” jelas Ricky

Ia mengaku telah mengingatkan Fira agar tidak menyertakan nama Hidayat dalam laporan, namun tidak diperhatikan. Ricky juga menyatakan pernah memiliki kesepakatan dengan Fira, di mana Fira mengakui salah menagih dan kehilangan barang-barang yang dititipkan olehnya.

“Yang mengambil dan membeli material adalah saya. Antara saya dengan Pak Hidayat cuma perjanjian pemborongan, sedangkan saya dengan Fira adalah kontraktor dan suplayer,” tegasnya.

Artikel Terkait

InShot 20260211

Menkes Sentil Orang Kaya Penerima…

Intisari Berita JAKARTA – Menteri Kesehatan…

InShot 20260211

Data PBI JKN Ditentukan Daerah,…

Intisari Berita Menteri Sosial Saifullah Yusuf…

InShot 20260211

Diduga Tipu Warga Rp25 Juta,…

Intisari Berita Belitung – Jajaran Satreskrim…

Gubernur Babel Laporkan ke Polisi Gegara Dituding Tak Bayar Utang Rp825 Juta – Media Daulat Rakyat