Intisari Berita
- Dinsos PMD Provinsi Bangka Belitung menggelar seminar kepahlawanan H. AS Hanandjoeddin pada 16 Desember untuk mengusulkan kembali sosoknya sebagai pahlawan nasional.
- Seminar memiliki beberapa target, antara lain memahami pentingnya pengakuan pahlawan daerah, menghasilkan kesepakatan untuk memperjuangkannya, mengumpulkan data serta karya ilmiah pendukung, dan mengetahui tata cara pengusulan.
- Kegiatan juga bertujuan mengumpulkan fakta sejarah dari berbagai pihak dan mensosialisasikan nilai-nilai perjuangan pahlawan, dengan harapan mendapatkan dukungan seluruh komponen masyarakat Babel.
Pangkal pinang Bangka- Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar Kepahlawanan H. AS Hanandjoeddin pada Selasa (16/12) pagi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Laboratorium Terpadu dan Perkuliahan FKIK, Ruangan Balai Setason Kampus Universitas Bangka Belitung.
Plt Kadinsos PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fitriansyah, menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan dalam rangka pengusulan kembali sosok H. AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional dari Provinsi Babel.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki beberapa target, antara lain:
- Memahami dan menyadari pentingnya pahlawan daerah Babel menjadi pahlawan nasional
- Menghasilkan kesepakatan untuk memperjuangkan pengusulan tersebut
- Mendapatkan informasi terkait pahlawan daerah dalam bentuk karya ilmiah atau buku sebagai pendukung
- Mengetahui tata cara dan persyaratan pengusulan gelar pahlawan nasional
“Kami mengundang perwakilan Kemensos dan ingin melanjutkan pengusulan kembali H. AS Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.
Selain itu, seminar juga bertujuan untuk memperoleh data dan fakta sejarah tentang pahlawan daerah dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ahli waris, kemudian menyusun profil yang akan dibukukan sebagai bahan pendukung.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga bermaksud untuk mensosialisasikan nilai-nilai perjuangan pahlawan daerah kepada masyarakat sebagai kekayaan khasanah bangsa.
Fitriansyah berharap para peserta dapat memahami pentingnya pengakuan pahlawan daerah sebagai pahlawan nasional yang menjadi simpul pengikat persatuan bangsa.
“Kami berharap adanya kerja sama dari semua komponen masyarakat Babel untuk bersama-sama memperjuangkan pengusulan H. AS Hanandjoeddin,” tandasnya.












