Intisari Berita
- Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Belitung hingga 15 Desember 2025 menembus Rp205,5 miliar, melampaui target P-APBD sebesar Rp202,3 miliar.
- “Kerja kompak dan kolaborasi dari atas ke bawah menjadi kunci capaian ini,” ujar Wakil Bupati Belitung Syamsir, menanggapi realisasi PAD yang menembus Rp205,5 miliar, melampaui target tahun anggaran 2025.
TANJUNG PANDAN, BELITUNG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Belitung mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp205,5 miliar hingga 15 Desember 2025. Angka tersebut melampaui target Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun anggaran 2025 yang ditetapkan sebesar Rp202,3 miliar.
Kepala Bapenda Kabupaten Belitung, KA Azhami, menyampaikan apresiasi atas kontribusi masyarakat sebagai wajib pajak.
“Alhamdulillah, pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama, kolaborasi, sinergi, serta peran serta masyarakat,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Sektor Penyumbang PAD
- Pajak mineral bukan logam: Rp23 miliar, melampaui target dengan capaian 100,5 persen.
- Pajak barang dan jasa tertentu: Rp35,9 miliar dari target Rp36 miliar (99,18 persen).
- Opsen pajak kendaraan bermotor (PKB): Rp15,6 miliar.
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp4,9 miliar.
- Retribusi daerah: Rp89 miliar dari target Rp78 miliar (114 persen), dengan kontribusi terbesar berasal dari RSUD melalui pelayanan kesehatan.
Arah Kebijakan ke Depan
Azhami menegaskan, Bapenda tidak hanya fokus pada pemungutan pajak dan retribusi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, bukan hanya memungut pajak dan retribusi, tetapi juga memberikan dukungan agar masyarakat hidup lebih baik. Dengan begitu, pendapatan meningkat dan Belitung semakin sejahtera,” katanya.
Wakil Bupati: Kolaborasi dan Pelayanan Jadi Kunci
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menegaskan bahwa capaian PAD ini merupakan buah dari kerja kompak seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat.
“Yang pasti kita bersyukur atas capaian ini. Kerja kompak, kolaborasi, dan kerja keroyokan kita lakukan dari atas ke bawah. Kemandirian kita dapat lakukan, dan ini harus berjalan dengan percepatan pembangunan wilayah strategis sesuai arahan pak bupati,” ujarnya.
Syamsir menekankan bahwa peningkatan PAD harus sejalan dengan pembenahan pelayanan publik. Menurutnya, kualitas pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi prioritas.
“Banyak masukan dari masyarakat terkait pelayanan publik. Karena itu, kami bekali petugas dengan senyum, salam, dan sapa agar kenyamanan tercipta. Lingkungan pelayanan juga harus bersih, tertata, ada pojok informasi, air minum, bahkan tempat ngopi sambil menunggu pelayanan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah apresiatif bagi wajib pajak yang taat.
“Sesuai arahan pak bupati, wajib pajak yang teratur akan diberikan piagam penghargaan dan souvenir menarik sebagai ucapan terima kasih atas kerja sama yang baik. Ini bagian dari upaya kami membangun kedekatan dan kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Belitung,” tutup Syamsir.












