Intisari Berita
- APDESI Belitung memberikan apresiasi kepada Kajari Belitung Bagus Nur Jakfar Adi Saputro atas kinerja selama 1,3 tahun bertugas.
- Sosok Bagus Nur Jakfar dikenal tegas, sederhana, merakyat, dan dekat dengan masyarakat.
- Ia kerap turun langsung ke lapangan, termasuk menyelesaikan konflik masyarakat Kecamatan Membalong dengan PT. Foresta Lestari Dwikarya.
- Bagi para kepala desa, Bagus Nur Jakfar adalah figur profesional, jujur, berintegritas, sekaligus pembimbing dalam pengelolaan dana desa agar terhindar dari penyalahgunaan.
- Pesan penting yang selalu disampaikan: jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
- Kepindahannya ke Kejari Kepahiang meninggalkan kesan mendalam; masyarakat Belitung akan merindukan sosoknya.
- APDESI menyampaikan doa dan ucapan terima kasih atas arahan, pendampingan, dan pembinaan yang telah diberikan.
Tanjung pandan Belitung, 12 Januari 2026-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, atas dedikasi dan pengabdiannya selama lebih dari satu tahun bertugas di Negeri Laskar Pelangi.
Ketua APDESI Belitung, Yahya, menegaskan bahwa kehadiran Bagus Nur Jakfar di Belitung telah memberikan warna baru bagi institusi kejaksaan. Selama 1,3 tahun menjabat, ia dikenal sebagai sosok tegas, sederhana, merakyat, dan dekat dengan masyarakat.
“Kami atas nama APDESI Belitung mengapresiasi kinerja Kajari Belitung Bapak Bagus Nur Jakfar Adi Saputro. Beliau bukan hanya menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga hadir sebagai figur yang membimbing kami,” ujar Yahya di Tanjungpandan, Senin.
Dekat dengan Masyarakat
Salah satu ciri khas kepemimpinan Bagus Nur Jakfar adalah keberaniannya turun langsung ke lapangan. Ia tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk mendengar keluhan dan mencari solusi.
Yahya mencontohkan, dalam konflik antara masyarakat Kecamatan Membalong dengan PT. Foresta Lestari Dwikarya, Kajari Belitung hadir langsung menemui warga. Langkah ini dinilai sebagai terobosan yang memperlihatkan komitmen kejaksaan dalam menjaga keadilan dan ketertiban sosial.
Pembimbing Kepala Desa
Bagi para kepala desa di Belitung, Bagus Nur Jakfar bukan sekadar pejabat penegak hukum, melainkan sosok pembimbing. Ia kerap memberikan arahan agar para kepala desa menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan dana desa.
“Beliau selalu mengingatkan kami bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Jangan coba-coba bermain, karena cepat atau lambat pasti akan ketahuan,” kata Yahya menirukan pesan Kajari.
Pesan moral ini dianggap penting karena dana desa merupakan salah satu instrumen vital pembangunan di tingkat akar rumput. Dengan arahan Kajari, para kepala desa merasa lebih terjaga dari potensi penyalahgunaan wewenang.
Sosok yang Dirindukan
Kedekatan Bagus Nur Jakfar dengan masyarakat membuat namanya melekat di hati warga Belitung. Ia dikenal luas sebagai pejabat yang tidak berjarak, mampu berkomunikasi dengan bahasa sederhana, dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat.
Yahya menambahkan, kehadiran Kajari selama ini telah menciptakan rasa aman sekaligus memberikan teladan integritas. Karena itu, kepindahannya ke tempat tugas baru akan meninggalkan kerinduan mendalam bagi masyarakat Belitung.
Doa dan Harapan
APDESI Belitung menyampaikan doa terbaik bagi Bagus Nur Jakfar yang kini dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kepahiang.
“Kami mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah. Terima kasih atas arahan, pendampingan, dan pembinaan selama ini yang menjadi pelajaran berharga bagi kami semua,” tutup Yahya.
Catatan Kontekstual
Apresiasi dari APDESI ini mencerminkan hubungan erat antara aparat penegak hukum dan pemerintah desa di Belitung. Kehadiran Kajari yang aktif membimbing kepala desa menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak hanya soal tindakan represif, tetapi juga pencegahan melalui edukasi dan pendampingan.
Dengan gaya kepemimpinan yang humanis, Bagus Nur Jakfar telah menorehkan jejak yang kuat di Belitung. Kepindahannya ke Kepahiang menjadi momentum bagi masyarakat Belitung untuk mengenang sekaligus meneladani prinsip integritas yang ia tanamkan.










