Intisari Berita:
- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Belitung mendukung pengusulan kembali Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin (dikenal sebagai “Pak Long”) menjadi Pahlawan Nasional tahun 2026. Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah, mengajak masyarakat dan jajaran LAM tingkat kecamatan untuk bersama-sama mendukungnya. Dukungan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa beliau yang pernah menjabat Bupati Belitung tahun 1967-1972 dan memberikan kontribusi besar bagi bangsa serta daerah.
- LAM berharap proses pengusulan berjalan lancar dan mendapatkan perhatian pemerintah pusat, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan, adat, dan sejarah lokal.
Belitung – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendukung pengusulan kembali Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin menjadi Pahlawan Nasional tahun 2026. Tokoh pejuang asal daerah ini juga dikenal dengan sapaan “Pak Long”.
Kata Ketua LAM Belitung, Achmad Hamzah di Tanjungpandan pada Jumat, “LAM Belitung mendukung pengusulan kembali sosok H. AS Hanandjoeddin menjadi Pahlawan Nasional tahun 2026. Mari kita bersama-sama mendukung dan menghantarkannya sebagai Pahlawan Nasional tahun 2026.”
Ia mengajak seluruh jajaran LAM di tingkat kecamatan serta masyarakat luas untuk turut mendukung pengusulan tersebut. Menurutnya, dukungan ini merupakan bentuk komitmen dalam menghargai jasa-jasa beliau sebagai pahlawan bangsa.
“H. AS Hanandjoeddin adalah salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Belitung semasa menjabat Bupati Belitung periode 1967-1972,” jelas Achmad Hamzah.
Beliau berpendapat, sosok Letkol Pas (Purn) H. HAS Hanandjoeddin memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa, sehingga sudah selayaknya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Melalui dukungan kolektif, diharapkan proses pengusulan kembali tahun 2026 berjalan lancar dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
“LAM Belitung juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung upaya ini sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan, adat, dan sejarah lokal yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa,” pungkasnya.












