Intisari Berita
- BP Geopark Belitong menyiapkan strategi menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026 dengan fokus pada edukasi, komunikasi publik, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring internasional.
- Pemerintah Kabupaten Beltim mendukung pembentukan tim percepatan revalidasi lintas sektor serta mendorong pelibatan masyarakat melalui sekolah, desa wisata, dan UMKM.
- Pemerintah Provinsi Babel mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung promosi dan infrastruktur geosite, termasuk Rp223 juta (2025) untuk video promosi, Rp391 juta (2026) untuk kajian interpretasi, serta Rp1,5 miliar untuk perbaikan infrastruktur di Open Pit Nam Salu, Gunung Lumut, dan Tebat Rasau.
- Seluruh langkah diarahkan untuk memenuhi rekomendasi UNESCO sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan Geopark Belitong.
Manggar Beltim – Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong memaparkan langkah strategis menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pengelolaan kawasan sesuai rekomendasi UNESCO.
Audiensi bersama Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur (Beltim) digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Jumat (23/01/26), membahas persiapan revalidasi tersebut.
Penguatan Edukasi dan Komunikasi Publik
Ketua BP Geopark Belitong, Marzuki, menegaskan prioritas pada fungsi edukasi dan komunikasi publik di setiap geosite.
- Panel interpretasi akan diperbaiki agar lebih informatif, menarik, dan menggunakan minimal dua bahasa.
- Pesan geologi, budaya, dan lingkungan diharapkan dapat dipahami oleh semua kalangan.
- Pemanfaatan teknologi digital serta penguatan jejaring internasional akan terus ditingkatkan melalui pembaruan website, media publikasi, dan partisipasi aktif dalam forum geopark dunia.
Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Beltim, Kamarudin Muten, menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
- Dibentuk tim percepatan revalidasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.
- Pelibatan masyarakat menjadi kunci, melalui edukasi di sekolah, pemberdayaan desa wisata, serta dukungan UMKM agar manfaat geopark dirasakan luas.
Provinsi Babel Siapkan Rp1,5 Miliar Perkuat Infrastruktur Geosite
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui UPTD Balai Pengembangan Pariwisata Wilayah Belitung turut mendukung persiapan revalidasi Geopark Belitong 2026.
Kepala UPTD, Apri Juliansyah, menyampaikan bahwa geopark telah menjadi program prioritas Gubernur Babel dengan intervensi lintas sektor.
- Tahun 2025 dialokasikan Rp223 juta untuk produksi video promosi dan materi pendukung.
- Tahun 2026 disiapkan Rp391 juta untuk kajian interpretasi bersama Pusat Pengembangan Pariwisata ITB.
- Dinas PUPR Provinsi menyiapkan dukungan infrastruktur senilai Rp1,5 miliar, difokuskan pada Open Pit Nam Salu, Gunung Lumut, dan Tebat Rasau.
Apri menegaskan, seluruh intervensi diarahkan untuk memenuhi rekomendasi evaluator UNESCO, sekaligus memastikan keberlanjutan pengelolaan geopark.
“Fokus kami adalah kesiapan infrastruktur dasar, sarana interpretasi, dan kenyamanan pengunjung. Ini bukan hanya untuk revalidasi, tetapi juga untuk masa depan Geopark Belitong,” ujarnya.












