Intisari Berita
- Ziarah ke makam Zahari MZ di TPU Kampung Gunung, Desa Lalang Jaya, Manggar, dilakukan pada Selasa (27/1/2026) pagi.
- Zahari MZ adalah mantan Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan tokoh sentral pemekaran daerah.
- Momentum ini menjadi refleksi agar masyarakat dan pemerintah tidak melupakan akar sejarah perjuangan serta melanjutkan cita-cita para pendiri.
- Tokoh pemekaran, Marwansyah, menegaskan ziarah sebagai penghormatan atas pengorbanan besar para pendahulu.
- Rudi Juniwira, Komisioner KPU Beltim pertama, mengenang peran KPU sebagai lembaga resmi definitif saat Beltim baru terbentuk pada 2003.
- Sejumlah pejuang pemekaran telah wafat, termasuk Matzani Matzen (mantan Kades Kelubi) pada Desember 2025.
- Ziarah ini menegaskan bahwa lahirnya Beltim adalah hasil perjuangan kolektif lintas profesi dan generasi.
- Harapan disampaikan agar Beltim terus maju, pelayanan publik meningkat, dan kesejahteraan masyarakat semakin terwujud di usia ke-23 tahun.
MANGGAR BELITUNG TIMUR– Semangat perjuangan para tokoh yang melahirkan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali dikenang melalui ziarah ke makam almarhum Zahari MZ, mantan Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Beltim. Kegiatan ini berlangsung di TPU Kampung Gunung, Desa Lalang Jaya, Manggar, Selasa (27/1/2026) pagi, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Beltim ke-23.
Zahari MZ dikenal sebagai sosok sentral yang berjasa besar dalam perjuangan pemekaran daerah hingga Beltim resmi berdiri pada 25 Februari 2003. Ziarah ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi agar masyarakat dan pemerintah daerah tidak melupakan akar sejarah perjuangan.
Marwansyah, salah satu tokoh yang terlibat dalam pembentukan Beltim, menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar ritual, melainkan pengingat atas pengorbanan besar para pendahulu.
“Tidak akan ada hari jadi ke-23 ini tanpa perjuangan tokoh-tokoh seperti almarhum Zahari MZ. Kabupaten Beltim berdiri berkat pengorbanan waktu, tenaga, bahkan masa depan mereka,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi Juniwira, Komisioner KPU Beltim pertama pada 2003. Ia mengenang bahwa saat Beltim baru terbentuk, KPU menjadi satu-satunya lembaga resmi definitif yang hadir.
“Pemilu 2004 dan Pilkada 2005 menjadi tonggak awal hadirnya DPRD dan Bupati definitif. Dari sanalah tata kelola pemerintahan Beltim mulai berjalan optimal,” jelasnya.
Seiring waktu, sejumlah pejuang pemekaran telah mendahului. Salah satunya Matzani Matzen, mantan Kepala Desa Kelubi, yang wafat pada 1 Desember 2025. Ia dikenal memiliki kontribusi nyata dalam perjuangan pembentukan Beltim.
Kegiatan ziarah ini menegaskan bahwa lahirnya Kabupaten Beltim merupakan hasil perjuangan kolektif lintas profesi dan generasi, dengan satu tujuan besar: menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dan berpihak kepada rakyat.
“Semoga Belitung Timur terus maju dan berkembang. Selamat Hari Jadi Kabupaten Beltim ke-23. Semoga seluruh sektor kemasyarakatan semakin meningkat, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, hingga pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Marwansyah.












