Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Sebagai Saksi di Sidang Korupsi, Ahok Minta Presiden Diperiksa Soal Pencopotan Dirut KPI
Inshot 20260128 144547140

Sebagai Saksi di Sidang Korupsi, Ahok Minta Presiden Diperiksa Soal Pencopotan Dirut KPI

Intisari Berita:

  • Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan presiden perlu diperiksa usai Djoko Priyono dicopot sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PN Tipikor Jakarta pada Selasa (27/1/2026), dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris Utama Pertamina.
  • Ahok menyebut Djoko Priyono beserta Mas’ud Khamid (mantan Dirut PT Pertamina Patra Niaga) adalah direktur utama terbaik yang dimiliki Pertamina karena telah bekerja memperbaiki produksi kilang dan kondisi perusahaan. Ia bahkan mengaku menangis saat mengetahui pencopotan Djoko, yang disebutnya sebagai “orang kilang” karena sering memberikan informasi tentang kelemahan kilang.
  • Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, pengunjung sidang memberi tepukan tangan meriah, namun Hakim Ketua segera mengetuk palu berkali-kali.

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan bahwa presiden semestinya diperiksa setelah pencopotan Djoko Priyono dari jabatan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Pernyataan ini disampaikannya saat bertindak sebagai saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris Utama Pertamina pada sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Pada awalnya, jaksa mempertanyakan keterangan Ahok dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut dua nama mantan direksi anak perusahaan Pertamina, yaitu Djoko Priyono dan Mas’ud Khamid. Djoko pernah menjabat Dirut KPI tahun 2021-2022, sedangkan Mas’ud menjabat Dirut PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tahun 2020-2021.

Jaksa kemudian menanyakan apakah terdapat masalah tertentu yang menyebabkan keduanya dicopot. Menanggapi hal ini, Ahok menyebut bahwa keduanya adalah direktur utama yang hebat karena bersedia bekerja untuk memperbaiki produksi kilang serta kondisi Patra Niaga. “Bagi saya, dua saudara ini adalah Dirut yang terhebat yang Pertamina punya, untuk mau perbaiki produksi kilang, termasuk perbaiki Patra Niaga. Makanya saya sangat senang dengan mereka, semua yang saya arahkan, dia kerjakan,” ujarnya.

Ahok juga menambahkan, “Termasuk soal editif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan. Makanya saya bilang ini adalah salah satu terbaik yang kita punya.” Ia bahkan menyebut Djoko sebagai “orang kilang”, karena selama menjabat sebagai Komut Pertamina, Djoko sering memberitahukan tentang kelemahan kilang. Oleh karena itu, Ahok mengaku menangis ketika mengetahui pencopotan Djoko.

“Ini orang terbaik Pak Djoko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?” tambahnya.

Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, seluruh pengunjung sidang memberikan tepukan tangan yang meriah. Namun demikian, Hakim Ketua Fajar Kusuma segera mengetuk palu berkali-kali.

Artikel Terkait

InShot 20260211

Menkes Sentil Orang Kaya Penerima…

Intisari Berita JAKARTA – Menteri Kesehatan…

InShot 20260211

Data PBI JKN Ditentukan Daerah,…

Intisari Berita Menteri Sosial Saifullah Yusuf…

InShot 20260211

Diduga Tipu Warga Rp25 Juta,…

Intisari Berita Belitung – Jajaran Satreskrim…

Sebagai Saksi di Sidang Korupsi, Ahok Minta Presiden Diperiksa Soal Pencopotan Dirut KPI – Media Daulat Rakyat