Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Siswa Berkebutuhan Khusus di Belitung Timur Diduga Jadi Korban Kekerasan di Sekolah
InShot 20260202

Siswa Berkebutuhan Khusus di Belitung Timur Diduga Jadi Korban Kekerasan di Sekolah

Intisari Berita

  • Seorang siswa berkebutuhan khusus berusia 13 tahun di Belitung Timur diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum guru di sekolahnya.
    Keluarga korban, didampingi pengacara Adetia Sulius Putra, melaporkan kasus ini ke Polres Belitung Timur pada Kamis (29/1/2026).
  • Kronologi bermula saat korban meminta uang Rp2.000 kepada temannya, lalu dilaporkan ke guru dan dibawa ke ruangan khusus, tempat dugaan kekerasan terjadi.
  • Visum sudah dilakukan, dan proses pemeriksaan masih berlangsung di kepolisian.
  • Phak keluarga menolak anggapan bahwa masalah telah selesai, menegaskan harapan agar kejadian serupa tidak terulang karena berdampak pada kondisi psikis korban.

Manggar Beltim -Seorang siswa berkebutuhan khusus berusia 13 tahun di Kabupaten Belitung Timur diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum di sekolahnya.

Keluarga korban, didampingi pengacara Adetia Sulius Putra, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Belitung Timur pada Kamis (29/1/2026).

“Kami bukan mau balas dendam, tapi tidak ingin kejadian ini menimpa siapapun. Penganiayaan tidak boleh dibenarkan. Kami sangat menghormati tenaga pendidik, namun kekerasan tidak bisa dibiasakan,” ujar Adetia saat dihubungi posbelitung.co, Minggu (1/2/2026).

Kronologi Kejadian
Menurut penuturan korban, peristiwa bermula ketika ia meminta uang Rp2.000 kepada temannya. Teman tersebut kemudian melaporkan kepada salah satu guru.
Korban lalu dibawa ke sebuah ruangan khusus untuk siswa berkebutuhan khusus, dan di tempat itulah diduga terjadi pemukulan.

Tindakan Hukum
Adetia menjelaskan, orang tua korban awalnya datang ke rumahnya untuk menceritakan dugaan kekerasan tersebut. Pihaknya kemudian mendampingi keluarga melakukan visum pada malam setelah kejadian bersama anggota Polres.
Saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung di Polres Belitung Timur.

Respons Sekolah
Menurut Adetia, pihak sekolah sempat mengajak mediasi. Namun, komunikasi yang terjalin membuat keluarga merasa masalah dianggap selesai sepihak.
“Kalau pihak sekolah saat saya telepon mau mediasi baik-baik, mungkin masalah ini tidak berlarut. Tapi bahasa mereka seolah masalah sudah selesai,” jelasnya.

Harapan Keluarga
Adetia menegaskan, keluarga hanya menginginkan kepastian agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebab, peristiwa tersebut sudah berdampak pada kondisi psikis korban.

Artikel Terkait

InShot 20260213

Pemkab Belitung Matangkan Persiapan Pilkades…

Intisari Berita Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi…

InShot 20260213

Puisi Puisi Edy Sukardi

Tak cukup ESu Tak cukupbahkan bukan…

InShot 20260212

Bhabinkamtibmas Desa Lalang Mediasi Konflik…

Intisari Berita Belitung Timur –Personel Bhabinkamtibmas…

Siswa Berkebutuhan Khusus di Belitung Timur Diduga Jadi Korban Kekerasan di Sekolah – Media Daulat Rakyat