Intisari Berita
- Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap enam anggota Polri yang melanggar kode etik. Upacara dipimpin Kapolda Irjen Pol Viktor T. Sihombing di halaman Mapolda, Selasa (24/2/26), dan berlangsung secara in absentia dengan menghadirkan foto para anggota yang diberhentikan.
- Kapolda menegaskan keputusan ini diambil demi menjaga marwah institusi dan menjadi pembelajaran bagi seluruh personel agar tidak mengulangi pelanggaran serupa. Ia menekankan pentingnya menegakkan hukum di internal sebelum memberi teladan ke masyarakat.
- Selain itu, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada anggota yang berprestasi dan menegaskan bahwa citra Polda Babel bergantung pada kinerja setiap personel. Sebelumnya, Polda Babel telah memberikan penghargaan kepada anggota yang menunjukkan dedikasi luar biasa.
Pangkal pinang Bangka Belitung -Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap enam anggota Polri yang terbukti melanggar kode etik. Upacara berlangsung di halaman Mapolda, Selasa (24/2/26), dipimpin langsung Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing, serta dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Murry Mirranda, pejabat utama, dan seluruh personel Polri maupun ASN.
Meski keenam anggota yang di-PTDH tidak hadir, prosesi tetap dilaksanakan secara in absentia dengan menghadirkan foto mereka yang kemudian diberi tanda silang di hadapan Kapolda.
Dalam amanatnya, Kapolda Viktor menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan berat hati, namun menjadi bentuk komitmen institusi dalam menegakkan disiplin dan menjaga marwah Polri.
“Hari ini kita melaksanakan upacara PTDH dengan terpaksa, dengan segala kekecewaan harus memberhentikan enam anggota yang mencederai nama institusi dan melanggar sumpah sebagai anggota Polri,” ujarnya.
Komitmen dan Pembelajaran
Kapolda menekankan bahwa upacara PTDH ini harus menjadi contoh sekaligus pembelajaran bagi seluruh anggota. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya datang dari hal-hal baik, tetapi juga dari kegagalan agar tidak terulang kembali.
“Sebelum menegakkan hukum keluar, kita harus menegakkan hukum ke dalam. Saya lebih senang memberikan reward daripada punishment, tetapi aturan hukum mengharuskan keduanya berjalan seimbang,” tegasnya.
Apresiasi untuk Anggota Berprestasi
Selain mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas sesuai sumpah jabatan, Kapolda juga menyampaikan apresiasi atas kinerja baik anggota Polda Babel. Ia menegaskan bahwa citra institusi bergantung pada kualitas kerja setiap personel.
“Terima kasih kepada seluruh anggota. Pertahankan kualitas, jaga nama baik Polri, khususnya Polda Babel. Baik tidaknya Polda Babel tergantung pada kinerja kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Babel juga telah memberikan reward kepada anggota berprestasi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi luar biasa yang melebihi panggilan tugas. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi teladan bagi seluruh personel.










