Tanjungpandan Belitung– Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Selama dua hari, 18–19 Mei 2026, pegawai Bapas hadir di Kantor Kelurahan Kota Tanjungpandan untuk melatih warga membuat produk kuliner kekinian yang berpotensi menjadi usaha rumahan dan UMKM.
Jalannya Kegiatan
Pelatihan dipimpin oleh Yovie Agustian Putra, Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan. Ia membimbing masyarakat dalam mengolah berbagai menu populer yang mudah dipasarkan.
- Hari pertama (18 Mei 2026): peserta diajarkan membuat Soto Betawi, Rice Bowl Ayam Saos Mentega, dan Cumi Saos Padang.
- Hari kedua (19 Mei 2026): pelatihan berlanjut dengan pembuatan Dimsum Ayam, berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal, Rudi (Owner Jajanan Mr. Gondrong).
Semua menu dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan bisa dipasarkan secara daring maupun melalui pesanan langsung.
Tujuan & Manfaat
Kegiatan ini bertujuan:
- Memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat untuk membuka usaha kuliner.
- Mendorong warga agar lebih mandiri secara ekonomi.
- Memperkuat hubungan antara Pemasyarakatan dan masyarakat melalui kegiatan positif.
- Menumbuhkan kesadaran bahwa memasak dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.
Apresiasi
Dalam sambutannya, Yovie Agustian Putra menegaskan pentingnya kehadiran insan Pemasyarakatan di tengah masyarakat, bukan hanya dalam pembinaan klien tetapi juga dalam mendukung pemberdayaan ekonomi warga.
Sementara itu, Lurah Kota Tanjungpandan, Budi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bapas. Menurutnya, pelatihan ini membantu masyarakat membangun usaha dari rumah dan menumbuhkan semangat wirausaha di lingkungan keluarga.
Dampak Strategis
| Aspek | Dampak |
|---|---|
| Ekonomi | Membuka peluang usaha kuliner rumahan dan online |
| Sosial | Memperkuat kedekatan Pemasyarakatan dengan masyarakat |
| Keterampilan | Memberikan bekal praktis memasak dan penyajian produk |
| Kolaborasi | Menghubungkan masyarakat dengan pelaku usaha lokal |
Pelatihan kuliner kekinian oleh Bapas Tanjungpandan menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat luas. Dengan bekal keterampilan memasak yang aplikatif, warga Tanjungpandan kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha kuliner rumahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.












