
Manggar Belitung Timur – Dua pelajar terbaik Bangka Belitung baru saja bikin bangga. Mereka resmi terpilih jadi anggota Paskibraka Nasional 2026. Nama mereka adalah Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah. Furqoen dari SMAN 1 Manggar, sedangkan Fira dari SMAN 2 Pangkalpinang. Agustus nanti, mereka bakal bertugas langsung di upacara HUT RI di Jakarta.
Bisa lolos ke tingkat pusat jelas jadi pencapaian luar biasa buat Furqoen. Di balik suksesnya, ternyata ada support system yang hebat. Nasihat dan doa dari keluarga di rumah jadi bahan bakar utamanya selama masa seleksi.

”Dukungan keluarga itu kekuatan terbesar saya,” kata Furqoen kepada Posbelitung.co. Dari orang tuanya, ia belajar satu hal penting. Sukses itu tidak instan, melainkan harus dijemput dengan kerja keras dan doa.
Setiap kali mentalnya down atau merasa lelah, Furqoen selalu ingat rumah. Ayahnya bekerja keras sebagai buruh harian. Ibunya fokus mengurus rumah tangga. Perjuangan kedua orang tuanya itulah yang bikin Furqoen ogah buat menyerah.
Menariknya, mimpi jadi Paskibraka ini sudah ada sejak Furqoen masih kecil. Dulu, ia selalu terpukau setiap menonton aksi pasukan pengibar bendera di TV. Barisannya yang rapi dan aura disiplinnya bikin ia bertekad buat menyusul ke sana.
Tapi, jalur menuju nasional jelas gak gampang. Furqoen harus melewati proses seleksi yang panjang dan berjenjang. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai tingkat nasional. Fisik, mental, hingga wawasan kebangsaannya benar-benar diuji habis-habisan.
”Tantangan terberat itu menjaga konsistensi dan tetap tenang di bawah tekanan,” ceritanya. Ia harus pintar-pintar mengontrol rasa gugup, melawan lelah, dan tetap fokus pada target.
Rasa ragu sempat mampir di tengah proses yang menguras energi itu. Tapi, setiap kali motivasinya turun, ia langsung ingat tujuan awalnya. “Kalau saya menyerah sekarang, mimpi saya bakal stop di tengah jalan,” tegasnya.
Biar tampil maksimal, Furqoen rutin latihan fisik setiap hari. Mulai dari lari, senam, sampai mematangkan gerakan baris-berbaris. Ia juga rajin upgrade wawasan kebangsaan dan melatih public speaking. Modal aktif di OSIS dan Paskibra sekolah juga sangat membantu membentuk mental pemimpinnya.
Serunya lagi, di sana Furqoen bisa bertemu dengan anak-anak hebat dari seluruh Indonesia. Baginya, momen ini bukan cuma soal kompetisi. Ini adalah kesempatan emas buat belajar dan berkembang bareng-bareng.
Keberhasilan Furqoen dan Fira ini juga dikonfirmasi oleh Azami Anwar dari Dinas Kesbangpol Babel. Keduanya lolos setelah mengikuti seleksi ketat dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Prosesnya berjalan dari pertengahan Juni dan diumumkan resmi pada 22 Juni 2026.
Buat Furqoen, prestasi ini bukan sekadar piala buat diri sendiri. Ada amanah besar yang ia bawa di pundaknya. Ia ingin membawa nama baik keluarga, sekolah, dan seluruh masyarakat Bangka Belitung.
Terakhir, Furqoen punya pesan keren buat anak muda lainnya. “Jangan pernah takut buat bermimpi besar,” katanya. Keterbatasan ekonomi atau fasilitas bukan alasan buat berhenti. Kuncinya cuma disiplin, konsisten, dan gas terus.
Ia berharap ceritanya bisa jadi bukti nyata. Anak daerah pun punya peluang yang sama buat bersinar di panggung nasional. Syaratnya cuma satu: punya integritas, kerja keras, dan cinta yang tulus buat Indonesia.












