MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam kondisi aman. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi yang tengah terjadi, Pertamina bahkan telah menambah cadangan pasokan sebesar 11 persen dari rata-rata konsumsi harian.
Meski demikian, antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di Pangkalpinang dan Belitung Timur. Pertamina menegaskan bahwa fenomena ini bukan dipicu oleh kelangkaan stok, melainkan akibat lonjakan pembelian secara serentak (panic buying) di masyarakat setelah beredarnya isu di media sosial.
Berdasarkan data internal, konsumsi Pertalite di wilayah Babel hingga Juni 2026 tercatat telah menyentuh angka 101 persen dari target year to date (YTD).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami memastikan stok dan penyaluran Pertalite di Bangka Belitung dalam kondisi mencukupi dan terus berjalan normal. Peningkatan konsumsi telah kami antisipasi dengan mengoptimalkan distribusi serta melakukan build up stock sekitar 11 persen dari rata-rata konsumsi harian agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Rusminto.
Rusminto juga meluruskan persepsi yang berkembang di lapangan terkait antrean kendaraan yang mengular. “Antrean yang terjadi bukan karena stok terbatas, melainkan adanya lonjakan permintaan dalam waktu yang bersamaan,” tambahnya.
Kondisi Lapangan dan Kendala Cuaca
Kekhawatiran warga di lapangan memang sempat memicu kepanikan. Diah (52), salah seorang warga Pangkalpinang, mengaku terpaksa harus kembali mengantre hari ini setelah sehari sebelumnya gagal mendapatkan Pertalite. "Kemarin sudah antre lama, pas mau dekat giliran saya, stoknya habis," keluhnya.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menjelaskan bahwa sempat terjadi kendala teknis akibat faktor cuaca yang memengaruhi waktu sandar kapal pengangkut BBM. Namun, ia memastikan saat ini kondisi mulai berangsur membaik.
”Distribusi kini kembali normal setelah kapal pengangkut BBM berhasil sandar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dan belilah BBM sesuai dengan kebutuhan,” tegas Djoni.
Antisipasi dan Pengawasan Distribusi
Pengamat melihat langkah taktis menambah cadangan 11 persen sudah cukup responsif. Namun, koordinasi ketat antara Pertamina, pihak SPBU, dan aparat penegak hukum kini sangat diperlukan untuk mengatur arus kendaraan di lokasi, sekaligus mencegah adanya indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi di tengah situasi riuh saat ini.
Untuk memastikan kelancaran di lapangan, Pertamina terus menyiagakan opsi percepatan distribusi menggunakan mobil tangki ke SPBU yang mengalami lonjakan permintaan tinggi.












