
Pintu yang selalu terbuka
Kepada Pak Haji Taufiq Rahman
ESuBagi siapa saja
kaum duafa, agnia,
pejabat negara atau
tokoh-tokoh agama
Semua boleh masuk
pintu rumahnya
tak ada kasta pembeda
baginya semua adalah saudara
Tangan kanannya gemar
memberi dan menawarkan
solusi di kala sepi
tak pandang lembaga atau pribadi
semua dibantu dengan
sepenuh hati
Ia hadir bagai pelita
mengusir gelap
dan menyeka air mata
Tampilannya sederhana
namanya abadi di dalam doa
Langkah nya membawa
kedamaian
tegak berdiri di tengah
badai ujian
tutur katanya lembut bijak
menjadi panutan di setiap lintas jalan
Ikhlasnya luas
bagai samudra
tak mengharap puji
dan sanjung dunia
Setiap tetes keringat dan tenaga
hanyalah bakti mengharap
ridha Tuhan yang maha Esa
Ia cermin bagi sesama
Tiada angkuh walau di puncak tahta
tetap bersahaja
merangkul dunia
Kebaikan yang tetanam
dengan senyap
kini berbuah doa
yang membumbung atap
menjadi ladang pahala
yang tak akan lenyap
Buah jatuh
tak jauh dari pohonnya
prilaku shaleh dan dermawan
diikuti putra putri
Coretan sederhana ini
kupersembahkan dengan
sepenuh hati
Sebagai prasasti
Terima kasih yang abadi
Titik Seduh
Selepas senja 14 Juli 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














