MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR, 31 Agustus 2026 – Kepala Dinas PUPR Belitung Timur Idwan Fikri menegaskan rapat terkait penolakan tambang PT Karya Cipta Lahanindo /KCL/ digelar tertutup karena fokus membahas internal dan tamu undangan. Ia memastikan penutupan akses media bukan untuk membatasi kerja jurnalistik.
Wartawan hanya diizinkan mengambil dokumentasi sebelum rapat dimulai di Kantor DPUPRP2RKP Beltim, Senin 31 Agustus 2026.
Klarifikasi Kadis PUPR: Rapat Internal Dulu
Idwan Fikri menjelaskan rapat tersebut memang tidak melibatkan media sejak awal karena materinya menyangkut dialog dengan warga.
“Rapat ini tertutup, karena ada pembahasan internal dulu di dalam,” ujar Idwan.
Ia menambahkan, wartawan tetap diberi kesempatan mengambil foto suasana ruang rapat sebelum pintu ditutup pukul 10.00 WIB.
Penjelasan Sekda Beltim: Hasilnya Akan Disampaikan
Sekda Beltim Erna Kunondo turut mengklarifikasi. Menurutnya keputusan rapat tertutup murni agar diskusi dengan warga berjalan fokus.
“Nanti hasilnya baru disampaikan ke wartawan. Itu alasan kenapa tadi aku bilang wartawan di luar dulu. Jadi bukannya bilang enggak mau kasih kesempatan ke wartawan,” jelas Erna.
Erna menegaskan, Pemkab Beltim tetap terbuka dan akan mengumumkan hasil rapat setelah ada keputusan resmi.
Konteks: Warga Desa Limbongan Tolak Tambang PT KCL
Rapat ini digelar untuk menampung aspirasi penolakan masyarakat Desa Limbongan terhadap rencana investasi tambang PT KCL.
Peserta yang hadir terdiri dari Pemkab Beltim, instansi teknis, dan perwakilan kelompok tani Desa Limbongan.
Hingga berita ini diturunkan, hasil keputusan rapat belum diumumkan ke publik.
Analisis Singkat
- Transparansi: Meski tertutup, pejabat berjanji hasil rapat akan disampaikan ke media setelah selesai.
- Kehati-hatian Pemkab: Langkah ini menunjukkan Pemkab Beltim ingin mendengar aspirasi warga dulu sebelum memutuskan izin usaha tambang.
- Potensi Dampak: Jika hasil rapat mendukung warga, proyek tambang PT KCL berpotensi tertunda atau dibatalkan. Jika tidak, dikhawatirkan muncul gelombang protes lanjutan dari masyarakat.












