
MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 2 September 2026 – Ketua DPD PSI Kabupaten Belitung, Wyllianto, S.E., menegaskan posisi partainya sebagai oposisi kritis terhadap kebijakan Pemda Belitung. Fokus utama PSI saat ini adalah isu defisit APBD 2026, kesejahteraan rakyat, transparansi investasi, dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam situasi defisit APBD yang membengkak, PSI memilih jalur mengawasi secara konstruktif namun tegas agar kebijakan daerah tidak mengorbankan kepentingan masyarakat kecil.
Analisis Politik: Sikap PSI di Tengah Defisit APBD 2026
1. Konteks Defisit APBD 2026
Defisit APBD Belitung 2026 tercatat Rp958,4 miliar dan telah memicu peringatan keras dari DPRD.
Dalam konteks ini, PSI melalui Wyllianto menyoroti soal akuntabilitas fiskal. Kritik diarahkan pada lemahnya perencanaan anggaran dan potensi ketidakadilan dalam distribusi pembangunan.
2. Posisi PSI: Oposisi Kritis, Bukan Penolak
Wyllianto sebelumnya menyatakan dukungan terhadap RPI Belitung 2025–2045 dengan catatan: kebijakan harus pro-rakyat dan ramah lingkungan.
Sikap ini konsisten. PSI mendukung arah kebijakan strategis, tetapi menolak jika hanya menguntungkan investor besar atau elite politik.
Terkait defisit, PSI menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran dan pengawasan ketat agar setiap rupiah berdampak langsung ke masyarakat.
3. Narasi Politik PSI Belitung
- Kesejahteraan rakyat: PSI menuntut kebijakan fiskal benar-benar menurunkan pengangguran dan meningkatkan pendapatan warga.
- Lingkungan sebagai batas pembangunan: Belitung memiliki ekosistem sensitif. PSI menolak jika defisit dijadikan alasan untuk mengorbankan kelestarian alam.
- Tenaga kerja lokal: PSI mendorong anggaran diarahkan untuk vokasi dan peningkatan kapasitas SDM lokal, bukan hanya proyek jangka pendek.
4. Strategi Politik Wyllianto
Wyllianto menjadikan isu defisit sebagai alat tekan agar Pemda lebih terbuka. Di sisi lain, kehadirannya di Rakernas PSI 2026 bersama Jokowi dan Kaesang menunjukkan komitmen memperkuat basis PSI di daerah.
Dengan narasi akuntabilitas dan keberpihakan, PSI membangun citra sebagai partai alternatif yang dekat dengan masyarakat kecil.
Potensi Dampak Politik
Isu Sikap Wyllianto / PSI Dampak Politik
Defisit APBD 2026 Kritik keras, dorong transparansi Memperkuat citra PSI sebagai oposisi kritis
RPI 2025–2045 Dukungan bersyarat, pro-rakyat & ramah lingkungan PSI tampil konstruktif, bukan sekadar menolak
Tenaga kerja lokal Dorong vokasi & partisipasi warga Basis dukungan di akar rumput meningkat
Lingkungan Belitung Tolak industrialisasi merusak ekosistem Meraih simpati kelompok pro-lingkungan
Kesimpulan
Wyllianto, S.E. memposisikan PSI Belitung sebagai pengawas kebijakan daerah yang kritis namun konstruktif. Dengan menjadikan defisit APBD 2026 sebagai isu utama, PSI berpeluang memperkuat citra sebagai partai yang berpihak pada rakyat kecil, menuntut transparansi, dan menjaga lingkungan.
Jika konsisten, strategi ini bisa menjadi modal politik penting bagi PSI dalam kontestasi lokal mendatang.












