MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 16 September 2026 – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang melanda Belitung. Ibadah dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026 pukul 07.00 WIB di halaman MTs Negeri 1 Belitung.
Ratusan jamaah dari ASN, guru madrasah, siswa, dan masyarakat umum memadati halaman madrasah. Shalat dipimpin Imam Ahmad Dailami dan Khatib Bustamin.
Fakta Utama Pelaksanaan
- Waktu & Tempat: Selasa, 15 September 2026, 07.00 WIB, halaman MTs Negeri 1 Belitung, Tanjungpandan
- Imam: Ahmad Dailami
- Khatib: Bustamin
- Peserta: Pegawai Kemenag, guru dan siswa madrasah, serta masyarakat sekitar
- Tujuan: Memohon hujan dan rahmat Allah SWT di tengah kemarau panjang dan cuaca panas terik yang melanda Belitung
Kepala Kemenag Belitung, H. Suyanto, dalam sambutannya menegaskan Shalat Istisqa bukan hanya ritual meminta hujan, tapi juga momentum muhasabah.
“Ketika hujan belum turun dan kondisi kekeringan mulai kita rasakan, maka sesungguhnya kita sedang diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan,” ujar Suyanto.
Ia juga mengajak jamaah mengiringi doa dengan ikhtiar nyata menjaga alam.
“Mari kita terus berikhtiar dengan menjaga sumber air, tidak melakukan pemborosan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menanam dan merawat pepohonan. Doa kita iringi dengan ikhtiar, dan ikhtiar kita sempurnakan dengan tawakal kepada Allah SWT.”
“Semoga ibadah Shalat Istisqa kita ini diterima Allah SWT dan hujan dapat segera turun membasahi Belitung menjadi keberkahan bagi seluruh makhluk,” tutupnya.
Pesan & Makna Shalat Istisqa
Dalam khutbahnya, Khatib Bustamin mengingatkan jamaah sesuai QS Nuh ayat 10–11 agar memperbanyak istighfar karena hujan adalah janji Allah bagi hamba yang bertaubat.
Ada tiga pesan utama yang ditekankan:
1. Muhasabah Diri: Kekeringan menjadi pengingat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak istighfar dan sedekah.
2. Peduli Lingkungan: Jamaah diajak tidak hanya berdoa, tapi juga menjaga sumber air, tidak membuang sampah sembarangan, dan menanam pohon.
3. Harapan Keberkahan: Shalat Istisqa diharapkan menjadi pembuka pintu rahmat agar hujan yang turun membawa manfaat, bukan musibah.
Konteks Lokal Belitung
Saat ini Belitung mengalami kemarau panjang dengan suhu panas terik sejak akhir Agustus. Sejumlah sumur warga mulai mengering, debit air PDAM menurun, dan lahan pertanian terdampak.
Tradisi Shalat Istisqa memang kerap dilakukan umat Muslim di Indonesia saat menghadapi kekeringan. Di Belitung sendiri, pelaksanaan serupa pernah digelar pada kemarau 2019 dan 2023.
Kemenag Belitung berharap ikhtiar spiritual ini diikuti langkah konkret bersama pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air bersih.
Penutup
Dengan khusyuk, jamaah menengadahkan tangan memohon hujan. Doa bersama itu menjadi harapan agar Belitung segera diguyur hujan yang menyejukkan dan membawa keberkahan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.












