MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 24 September 2026 – Polemik antrean panjang BBM di Belitung Timur terus berlanjut. Warga menilai salah satu solusi paling logis untuk mengurai kemacetan di SPBU Padang Manggar adalah dengan membuka kembali operasional SPBU Sungai Manggar yang saat ini masih diblokir.
Logikanya sederhana, jika satu dari dua SPBU di jalur utama Manggar tidak beroperasi, maka seluruh beban distribusi akan menumpuk di satu titik. Inilah yang terjadi di SPBU Padang Manggar dalam sepekan terakhir.
“Kalau Sungai Manggar dibuka, pasti antrean di Padang tidak akan seperti ini. Beban terbagi dua,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi antrean.
Berkaca pada Kasus SPBU Nibung Bangka
Desakan ini berkaca pada kasus serupa di Pulau Bangka. SPBU Nibung yang sempat bermasalah dan diblokir, akhirnya dibuka kembali oleh Pertamina setelah melalui evaluasi. Hasilnya, antrean terurai dan distribusi BBM di wilayah tersebut kembali stabil.
Warga berharap kebijakan yang sama bisa diterapkan secara konsisten di Belitung Timur.
5 Poin Krusial yang Disorot:
- Distribusi Tidak Merata: Penutupan satu SPBU membuat suplai BBM tidak merata dan menimbulkan penumpukan di satu titik.
- SPBU Sungai Manggar Jadi Kunci: Status blokir SPBU ini disebut menjadi faktor utama penyebab antrean panjang di Padang Manggar.
- Preseden SPBU Nibung: Pembukaan kembali SPBU Nibung di Bangka menjadi bukti bahwa reaktivasi SPBU bisa menjadi solusi efektif mengurai antrean.
- Konsistensi Kebijakan Pertamina: Warga meminta Pertamina Patra Niaga bersikap adil dan konsisten dalam penanganan SPBU bermasalah antar wilayah.
- Dampak Ekonomi: Antrean panjang bukan sekadar soal waktu, tapi sudah mengganggu aktivitas ekonomi, nelayan, dan mobilitas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga terkait kapan SPBU Sungai Manggar akan kembali diaktifkan. Warga berharap ada kejelasan agar krisis antrean di Manggar tidak berlarut-larut.












