MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN, BELITUNG – Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, terutama di tengah situasi keterbatasan BBM yang dihadapi masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan dalam amanat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati hari ini, Kamis, 1 Oktober 2026. Tahun ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Djoni menegaskan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat menghadapi antrean panjang BBM.
“Pancasila justru diuji ketika keadaan sedang sulit, ketika kepentingan kita bertemu dengan kepentingan orang lain, ketika tidak ada yang mengawasi kita, dan ketika kita memiliki kesempatan untuk mengambil lebih daripada yang seharusnya,” ujar Djoni pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Tanjung Pandan.
Moral Diuji Saat Antre BBM
“Ketika BBM terbatas, sebenarnya yang diuji itu bukan hanya sistem distribusi, tetapi juga moral kita sebagai masyarakat,” katanya.
Ia mengajak masyarakat Belitung — kabupaten dengan luas 2.293,69 km², lima kecamatan, dan penduduk sekitar 193.560 jiwa — untuk tertib antre, tidak menimbun, berbagi, dan mendahulukan kepentingan bersama. Pemerintah, kata dia, akan terus memperbaiki distribusi, memperkuat pengawasan SPBU, dan menindak pelanggaran.
Pesan Soal Keikhlasan
Di era media sosial, Djoni juga mengingatkan tentang keikhlasan.
“Ada pelayanan yang tidak perlu dipublikasi, dan ada pertolongan yang cukup diketahui Allah SWT. Pekerjaan yang mungkin tidak pernah masuk media sosial, tapi manfaatnya dirasakan oleh orang banyak, itulah keikhlasan dalam pengabdian,” ujarnya pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menutup dengan pesan: “Pancasila tidak membutuhkan kita untuk banyak bicara tentangnya, Pancasila membutuhkan kita untuk membuktikannya.”












