Belitung, Media Daulat Rakyat – Gelaran komunitas Vespa di Belitung bukan sekadar ajang silaturahmi otomotif, namun dimanfaatkan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat sebagai momentum strategis untuk mendorong promosi pariwisata daerah.
Di hadapan ratusan scooterist yang hadir, Bupati Djoni menegaskan bahwa kekuatan pariwisata Belitung ke depan bertumpu pada kekuatan berbagi (sharing power) di media digital.
“Jadi kalau 70 kali satu juta udah 70 juta lebih orang yang baca. Nah, saat orang membaca itu, orang pasti akan terinspirasi seperti apa sih Belitung,” ujar Djoni dalam sambutannya di acara Vespa Belitung, dikutip dari video resmi Pemkab.
Pernyataan tersebut merujuk pada strategi promosi murah namun berdampak masif. Menurut Djoni, jika satu konten tentang keindahan Belitung dibagikan dan dibaca hingga jutaan orang, maka efek berantainya akan luar biasa.
Dari kalkulasi konversi yang ia paparkan, dari 70 juta pembaca, puluhan ribu akan berminat, dan jika 1.000 orang saja merealisasikan kunjungan ke Belitung, maka perputaran ekonomi lokal akan bergerak signifikan — mulai dari hotel, restoran, UMKM hingga transportasi.
Vespa Day: Dari Hobi Menjadi Mesin Promosi
Pernyataan ini memperluas komitmen Pemkab Belitung yang sebelumnya juga aktif mendukung event otomotif wisata. Seperti diketahui, Belitung kerap menjadi tuan rumah event akbar komunitas Vespa, yang mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Djoni menilai komunitas Vespa memiliki karakter loyal, solid, dan jangkauan media sosial yang luas. Setiap touring mereka melintasi pantai Tanjung Tinggi, Danau Kaolin, hingga kota Tanjungpandan, sejatinya adalah konten promosi organik yang autentik.
“Komunitas Vespa ini adalah influencer yang paling jujur. Mereka riding, mereka foto, mereka cerita. Itu promosi yang tidak bisa dibeli,” tegas Bupati yang menjabat sejak 20 Februari 2025 tersebut.
Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Belitung dalam mendongkrak kunjungan wisatawan pasca penurunan harga tiket pesawat Jakarta-Belitung dari Rp800 ribu menjadi Rp400-500 ribu, yang sebelumnya disebut Bupati sebagai angin segar pariwisata.
Selain itu, perluasan konektivitas udara juga terus didorong, termasuk sejarah baru dibukanya rute Belitung-Bali via Citilink mulai 15 November 2026 dengan skema one-stop via Jakarta, yang digagas bersama Dishub Babel.
Road Map Wisata Terpadu
Bupati Djoni mengajak seluruh pelaku pariwisata, termasuk IHGMA, PHRI, dan komunitas otomotif, untuk membangun road map pariwisata Belitung secara terpadu.
Dengan slogan “satu hari di Belitung menambah usia satu jam” karena udara bersih dan makanan sehat, Pemkab ingin menjadikan setiap pengunjung sebagai storyteller.
“Jangan hanya datang, tapi ceritakan Belitung. Satu postingan kalian bisa menginspirasi sejuta orang lain untuk datang,” pungkasnya.
Laporan Masri Fajar












