Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Farel Prayoga Ungkap Derita di Balik Popularitas: “Saldo ATM Tinggal Rp10.000”
Img 20250718 184039

Farel Prayoga Ungkap Derita di Balik Popularitas: “Saldo ATM Tinggal Rp10.000”

Img 20250718 184039

Jakarta, 18 Juli 2025 — Di balik senyum ceria dan suara emas yang pernah menggema di Istana Negara, Farel Prayoga menyimpan luka mendalam.

Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, penyanyi cilik yang viral sejak 2022 itu mengungkap kisah eksploitasi, pengkhianatan keluarga, dan kehancuran finansial yang nyaris merenggut masa depannya.

Farel pertama kali mencuri perhatian publik saat video dirinya menyanyi di jalanan viral tiga tahun lalu.

Penampilannya yang memukau bahkan membawanya ke panggung kenegaraan, menghibur Presiden Joko Widodo kala itu. Namun, di balik sorotan kamera, Farel hidup dalam tekanan dan penderitaan.

Sejak kecil, Farel dipaksa mengamen oleh keluarganya demi memenuhi kebutuhan hidup dan melunasi utang.

“Kalau enggak ngamen, kami enggak makan,” tuturnya. Ia mengira ibu tirinya adalah ibu kandungnya, hingga suatu hari kebenaran pahit terungkap.

“Dia benci aku karena wajahku mirip ibu kandungku,” kata Farel, mengenang perlakuan kasar yang ia terima—diusir dari rumah, dilarang tidur, bahkan disiksa.

Setelah viral, Farel meraup pendapatan miliaran rupiah. Namun, uang itu dikelola sepenuhnya oleh ayah dan ibu tirinya.

Dana tersebut digunakan untuk membeli kuda, tanah, dan berjudi, hingga akhirnya habis tak bersisa. “Aku cek ATM, saldo tinggal Rp10.000,” ucapnya lirih.

Ayah Farel kini mendekam di penjara karena kasus judi. Meski kecewa, Farel mengaku masih menyayangi sang ayah.

“Aku mau dia jera, tapi aku tetap sayang,” katanya. Sementara itu, ia memutuskan hubungan dengan ibu tiri dan saudara tirinya yang dianggap hanya memanfaatkannya.

Setelah 14 tahun terpisah, Farel akhirnya berbicara dengan ibu kandungnya melalui telepon. Ia baru mengetahui bahwa sang ibu juga menjadi korban fitnah ibu tiri.

“Aku sempat membenci ibu kandung karena difitnah,” akunya.

Kini, Farel tinggal di Jakarta bersama manajernya yang membiayai sekolah dan kehidupannya. Ia bertekad membangun hidup baru, jauh dari keluarga yang ia sebut “toxic.”

“Aku pengin bahagia sendiri sekarang,” ujarnya.

Kisah Farel menjadi pengingat keras tentang bahaya eksploitasi anak dan ketenaran instan. Ia berharap pengalamannya bisa membuka mata orang tua agar lebih melindungi anak-anak mereka.

“Aku pengin mereka sadar, tapi aku sudah lelah,” tutup Farel, dengan mata berkaca-kaca.

Artikel Terkait

InShot 20260716

DPRD Babel Desak PT Timah…

MEDIA DAULAT RAKYAT Bangka Belitung –…

IMG 20260716

Puisi Puisi Edy Sukardi

Pintu yang selalu terbuka Bagi siapa…