
Jakarta, 1 September 2025 — Ratusan warga Kabupaten Pati mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta, Senin pagi. Mereka menuntut agar KPK segera menuntaskan penyelidikan kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo.
Aksi berlangsung sejak pukul 09.30 WIB, dengan massa yang tiba menggunakan bus dari Pati. Setibanya di lokasi, warga langsung melantunkan selawatan sebagai bentuk doa dan harapan agar keadilan ditegakkan.
Mereka juga membawa poster berisi tangkapan layar berita terkait kasus Sudewo, memperlihatkan kepedulian dan kekhawatiran terhadap integritas kepemimpinan di daerah mereka.
Petugas keamanan dari kepolisian dan satuan pengamanan KPK tampak bersiaga, mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
Dugaan Suap dan Bantahan Sudewo
Sudewo sebelumnya telah dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Dalam persidangan terdahulu, nama Sudewo disebut oleh terdakwa Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan, pejabat Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah.
Jaksa KPK bahkan menyita uang sekitar Rp 3 miliar dari kediaman Sudewo, termasuk pecahan rupiah dan mata uang asing
Namun, Sudewo membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak pernah menerima uang dari pihak manapun terkait proyek tersebut.
Kasus ini merupakan bagian dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada April 2023, yang telah menetapkan 15 tersangka termasuk dua korporasi.
Proyek yang disorot meliputi pembangunan jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, jalur kereta Makassar, serta perbaikan perlintasan di Jawa dan Sumatera.
Harapan Masyarakat
Aksi warga Pati di depan KPK mencerminkan keresahan publik terhadap dugaan korupsi di daerah. Mereka berharap suara mereka didengar dan proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi politik.












