
Jakarta, 4 September 2025 — Ratusan massa dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis siang. Dalam aksi bertajuk Rakyat Menggugat, mereka membawa boneka tikus berdasi berukuran dua meter sebagai simbol kegagalan negara dalam memberantas korupsi
Boneka tersebut, lengkap dengan jas dan koper, menjadi ikon utama dalam barisan demonstran.
“Tikus berdasi ini melambangkan pejabat korup yang memakan uang rakyat. Kami menuntut agar seluruh koruptor ditangkap dan asetnya dikembalikan kepada negara,” ujar Unang Sunarno, Ketua Umum KASBI
Selain isu korupsi, Gebrak menyuarakan 12 tuntutan utama, termasuk penghentian tindakan represif aparat, penurunan tarif pajak rakyat, penurunan harga sembako, dan pengesahan RUU Perampasan Aset
Aksi berlangsung damai meski sempat dialihkan dari rute menuju Istana Negara karena blokade aparat keamanan
Di waktu yang hampir bersamaan, di Kompleks DPR RI Senayan, sejumlah pegiat dan influencer dari Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah menyerahkan dokumen “17+8 Tuntutan Rakyat” secara langsung kepada anggota dewan, termasuk Ade Rosiade dan Rieke Diah Pitaloka
Tuntutan tersebut sebelumnya telah dikirim melalui email ke seluruh anggota DPR, dengan tenggat waktu pemenuhan pada Jumat, 5 September.
“Kami hadir secara fisik agar tidak ada alasan bahwa tuntutan belum diterima secara formal,” ujar Abigail Limuria, salah satu perwakilan kolektif
Meski aksi ini mendapat perhatian publik, sejumlah warga menyatakan pesimisme terhadap respons DPR dan pemerintah.
“Kami tidak yakin akan dipenuhi tepat waktu, tapi kami akan terus mendesak,” kata seorang peserta aksi di lokasi.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Agustus, menyusul meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah dan DPR. Dengan simbol-simbol kuat dan tuntutan terstruktur, suara rakyat kembali menggema di jantung ibu kota.












