Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Kebaya, Reog, Kolintang Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Acara Penyerahan di Museum Nasional Jakarta
Inshot 20251206 184339801

Kebaya, Reog, Kolintang Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Acara Penyerahan di Museum Nasional Jakarta

Intisari Berita

  • Indonesia menerima sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk kebaya, reog, dan kolintang di Museum Nasional Jakarta pada 2 Desember 2025.
  • Kebaya telah ditetapkan sejak April di Paraguay melalui ajuan bersama dengan 4 negara Asia Tenggara lainnya. Pejabat dan tokoh budaya menyatakan bahwa pengakuan ini adalah awal tanggung jawab melestarikan identitas budaya, bukan akhir.
  • Dengan ini, Indonesia kini memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda dunia, yang diharapkan memperkuat upaya pelestarian dan citra internasional.

JAKARTA, 5 Desember 2025 – Indonesia resmi menerima sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk tiga warisan budaya bersejarah, yaitu kebaya, reog, dan kolintang, dalam acara penyerahan yang digelar di Museum Nasional Jakarta (2/12/2025)

Acara yang dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh budaya, dan masyarakat umum ini menjadi momen bersejarah yang menandai pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya takbenda Nusantara.

Pengakuan internasional ini bukan hanya prestasi sendirian, melainkan hasil kolaborasi erat antara pemerintah dan berbagai komunitas budaya di seluruh negeri.

“Kita tidak bisa mencapai ini tanpa dukungan semua pihak – mulai dari pengrajin, pelaku budaya, hingga pemerintah daerah yang selalu menjaga keaslian warisan ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang hadir sebagai tamu kehormat.

Untuk kebaya sendiri, penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda telah dilakukan pada April lalu melalui sidang UNESCO di Paraguay, yang diajukan secara bersama dengan Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Kebaya bukan hanya pakaian, tapi cerminan identitas perempuan Nusantara yang melintasi batas negara dan generasi. Kolaborasi regional ini menunjukkan bahwa budaya kita memiliki nilai universal,” kata salah satu perwakilan komunitas pengrajin kebaya dari Jawa Barat yang hadir dalam acara.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, menegaskan bahwa pengakuan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Ini adalah awal dari tanggung jawab kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebaya, reog, dan kolintang sebagai identitas budaya bangsa. Kita harus memastikan warisan ini tetap hidup dan dikenali oleh generasi mendatang,” tegasnya dalam pidatonya.

Selain itu, perwakilan UNESCO yang memberikan sertifikat juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Indonesia.

“Pengakuan ini adalah bentuk penghargaan kepada Indonesia yang telah bekerja keras melestarikan warisan budaya takbenda yang berharga. Reog dengan gerakannya yang megah dan kolintang dengan suaranya yang merdu, bersama dengan kebaya, menjadi cerminan keindahan dan keragaman budaya manusia,” ungkap perwakilan tersebut.

Dengan penambahan ketiga warisan ini, Indonesia kini memiliki total 16 Warisan Budaya Takbenda dunia, yang antara lain meliputi wayang, batik, angklung, tari saman, pencak silat, dan jamu.

Pengakuan UNESCO diharapkan semakin memperkuat upaya pelestarian warisan budaya takbenda Nusantara ke depannya, serta meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional sebagai negara yang kaya akan budaya.

Artikel Terkait

Image

Festival Kute 2026: Tradisi, Musik,…

BELITUNG – Kelurahan Kota Kabupaten Belitung…

InShot 20260610

Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan…

JAKARTA – Pertamina Patra Niaga resmi…

InShot 20260610

Hari Kedua Pendaftaran Pilkades Belitung,…

Belitung – Antusiasme masyarakat mengikuti Pemilihan…