Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • 346 Warga Belitung Terdampak Banjir Rob Sepanjang 2025
Inshot 20260107 145802949

346 Warga Belitung Terdampak Banjir Rob Sepanjang 2025

Intisari Berita :

  • BPBD Belitung mencatat 346 warga terdampak banjir rob sepanjang tahun 2025.
  • Warga terdampak tersebar di 3 kelurahan dan 6 desa, dengan jumlah terbesar di Desa Juru Seberang (113 KK).
  • Ketinggian air bervariasi dari mata kaki hingga betis orang dewasa.
  • Banjir rob terjadi akibat pasang tinggi air laut pada Desember 2025, merendam permukiman pesisir.
  • Dampak utama: aktivitas ekonomi terganggu, rumah warga rusak ringan, dan masyarakat pesisir lebih waspada.
  • BPBD telah mengimbau warga pesisir untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob berulang.

Belitung – Sepanjang tahun 2025, banjir rob akibat pasang tinggi air laut melanda sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan berdampak pada 346 warga. Data ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi, di Tanjungpandan, Rabu.

Sebaran Dampak
Warga terdampak tersebar di tiga kelurahan dan enam desa:

  • Kelurahan Tanjungpendam: 42 KK
  • Kelurahan Pangkallalang: 66 KK
  • Kelurahan Kota: 26 KK
  • Desa Juru Seberang: 113 KK
  • Desa Sijuk: 15 KK
  • Desa Terong: 11 KK
  • Desa Selat Nasik: 64 KK
  • Desa Suak Gual: 4 KK
  • Desa Cerucuk: 5 KK

Agus menjelaskan, ketinggian air bervariasi antara mata kaki hingga betis orang dewasa, sehingga meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir rob tetap mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Kronologi dan Penyebab
Peristiwa banjir rob paling signifikan terjadi pada Desember 2025, ketika pasang tinggi air laut merendam permukiman pesisir. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor alam, termasuk siklus pasang surut dan kondisi cuaca ekstrem yang memperkuat gelombang laut.

Dampak Sosial

  • Aktivitas ekonomi terganggu: Warga pesisir yang bergantung pada usaha kecil, perdagangan, dan perikanan mengalami hambatan karena akses jalan dan fasilitas umum tergenang.
  • Kerentanan infrastruktur: Rumah-rumah sederhana di pesisir paling rentan, dengan beberapa warga harus melakukan perbaikan darurat.
  • Psikologis masyarakat: Kekhawatiran akan banjir rob berulang membuat warga lebih waspada, terutama menjelang musim hujan dan pasang tinggi.

Upaya BPBD
BPBD Belitung telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat pesisir. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah desa dilakukan untuk menyiapkan langkah mitigasi, seperti:

  • Pemetaan wilayah rawan banjir rob.
  • Sosialisasi evakuasi darurat.
  • Peningkatan kesiapsiagaan warga terhadap potensi banjir berulang.

Fenomena banjir rob di Belitung menunjukkan bahwa perubahan iklim dan kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan di daerah pesisir. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat infrastruktur penahan gelombang serta memperluas program adaptasi masyarakat pesisir agar dampak serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang.

Artikel Terkait

InShot 20260530

M. Furqoen Nul Hakim (SMAN…

Pangkalpinang – Seleksi Calon Pasukan Pengibar…

InShot 20260530

Jembatan Siburik Diperindah, Pekerjaan Drainase…

TANJUNG PANDAN ELITUNG – Pekerjaan rehabilitasi…

InShot 20260530

Dua Siswi Makassar Gagal Seleksi…

Intisari: Berita Makassar, – Dua siswi…