Mata air Cinta
ESu
Ia terus mengalir
dari hulu hingga ke hilir
tak pernah berhenti
tak pernah kering
karena di puncak bukit itu
ada mata air
mata air kehidupan
Mata air cinta
menghidupkan
menyuburkan
hijau rimbun
sedap dipandang mata
Itu di mana
itu semua ada padamu
bersumber pada hatimu
pada mata air cinta
Tebar senyummu
alirkan cintamu
mereka akan mebalasi
cinta
dengan cinta
bukan dengan kata-kata
“Ke taman bunga petik melati
Harum semerbak di pagi hari
Cuma kamu yang ada di hati
bawa damai di dalam diri
Ayam goreng setengah matang
Belinya di stasiun tugu
Abang sayang abangku ganteng
Neng di sini setia menunggu
Di tengah taman bunganya mekar
Kupu-kupu terbang riang
semiga cinta kita tak pernah pudar
menjadi kisah abadi sepanjang zaman “
Cinta itu tumbuh
mengalir
berbalas
dengan rindu
yang bersemayam di qalbu
Pisangan Timur
14 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














