Intisari Berita
- Grace Natalie tegaskan unggahan video adalah opini pribadi.
- Instruksi kepada Ahmad Ali: jangan kaitkan dengan PSI.
- PSI konsisten memisahkan persoalan pribadi kader dari partai.
- Grace optimistis tidak ada pelanggaran hukum.
- Klarifikasi dilakukan untuk meluruskan kesalahpahaman publik.
Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menegaskan bahwa unggahan videonya terkait ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, merupakan sikap pribadi. Ia meminta Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, agar tidak mengaitkan polemik tersebut dengan partai.
Grace menjelaskan, video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya adalah bentuk ekspresi sebagai warga negara. “Saya instruksikan kepada Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, agar tidak mengaitkan persoalan ini dengan PSI. Ini murni sikap pribadi saya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan polisi dari sejumlah pihak yang menilai unggahan Grace menyinggung ceramah Jusuf Kalla. Grace menegaskan dirinya optimistis tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam unggahan tersebut. “Saya yakin tidak ada pelanggaran hukum. Ini adalah hak berekspresi yang dijamin konstitusi,” katanya.
Sebelumnya, Ahmad Ali menyatakan PSI tidak akan memberikan bantuan hukum terkait kasus yang menimpa Grace. Menurut Grace, sikap itu sesuai dengan permintaannya sendiri agar partai tidak dilibatkan. “Saya yang meminta agar kasus ini tidak dibawa ke ranah partai. PSI harus tetap fokus pada agenda politik dan perjuangan rakyat,” jelasnya.
Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, menambahkan bahwa prinsip partai adalah memisahkan persoalan pribadi kader dari institusi. “Grace sendiri yang meminta agar kasusnya tidak dikaitkan dengan PSI. Prinsip ini berlaku untuk semua kader,” ujar Dian.












