BELITUNG – Wakil Bupati Belitung sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG, Syamsir, menanggapi keluhan relawan SPPG Desa Air Saga yang belum beroperasi pasca dugaan keracunan susu kedelai pada 4 Mei 2026.
Syamsir menegaskan, Pemda telah memberikan rekomendasi kepada perwakilan BGN Kabupaten agar segera bersurat ke provinsi dan pusat untuk meminta izin operasional kembali. Rekomendasi itu disampaikan dalam rapat bersama Bupati beberapa pekan lalu.
“Padahal tinggal koordinasi, menunggu surat pencabutan, sudah bisa jalan lagi. Tapi sampai hari ini belum ditindaklanjuti,” ujarnya di lansir dari Posbelitung Selasa (2/6/2026).
Dampak Sosial dan Ekonomi
Sudah sekitar satu bulan SPPG Air Saga berhenti beroperasi. Kondisi ini berdampak langsung pada penerima manfaat dan 44 relawan yang sebagian besar ibu rumah tangga.
Sulastri, janda dengan lima anak, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga sejak kehilangan penghasilan Rp120 ribu per hari dari dapur SPPG. “Tiga anak saya terpaksa tidak diberi uang jajan karena tidak ada penghasilan,” tuturnya.
Hal serupa dialami Agus Salim, relawan pengurus ompreng. Ia kini hanya mengandalkan penghasilan kecil dari menjual ikan asin. “Kalau di SPPG lumayan untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang harus benar-benar berhemat,” katanya.
Kronologi Kejadian
Syamsir mengingatkan kembali insiden 4 Mei lalu, ketika puluhan murid SDN 7 dan SDN 23 Tanjungpandan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi susu kedelai. Satu anak sempat dirawat di puskesmas, namun seluruhnya bisa pulang setelah mendapat penanganan cepat.
Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama OPD terkait melakukan pemeriksaan terhadap dapur SPPG, pemasok, dan sampel makanan. Hasil rapat kemudian merekomendasikan beberapa langkah, termasuk permintaan maaf terbuka dari perwakilan BGN, penguatan SOP menu, serta larangan penggunaan sari kedelai selama program berlangsung.
Harapan Relawan
Relawan berharap dapur SPPG Air Saga segera kembali beroperasi agar mereka bisa memperoleh penghasilan dan masyarakat kembali menerima manfaat program. “Saya berharap sekali dapur ini buka lagi,” kata Sulastri.












