BELITUNG – Sebanyak enam mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia melaksanakan praktik lapangan selama satu bulan di wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan langsung kepada petani dalam penguasaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) guna meningkatkan efisiensi kerja dan produksi pangan daerah.
Selama masa praktik, mahasiswa mendampingi petani mengoperasikan hand traktor dan peralatan pertanian lain, sekaligus mendorong peralihan dari pola tanam tradisional menuju sistem yang lebih modern. Kehadiran mereka menjadi jembatan transfer teknologi agar petani terbiasa menerapkan cara kerja yang lebih cepat dan tepat.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Belitung, Hamzah, menilai kehadiran mahasiswa sangat membantu mempercepat adopsi mekanisasi pertanian di wilayah tersebut. “Target kami jangka panjang adalah terciptanya efisiensi kerja, kenaikan hasil panen, serta perluasan lahan tanam. Langkah ini menjadi fondasi ketahanan pangan berkelanjutan di Belitung,” ujarnya.
Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi penghematan waktu pengolahan tanah, peningkatan produktivitas, penambahan keterampilan petani, serta penguatan keberlanjutan sektor pertanian lokal. Praktik lapangan ini bukan sekadar sarana belajar mahasiswa, melainkan wujud sinergi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat tani.












