BELITUNG,– Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp). Langkah ini krusial mengingat proses revalidasi dari UNESCO dijadwalkan akan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kemenpar, Bambang Cahyo Murdoko, dalam Seminar Internasional Island Talk di Ruang Sidang Pemerintah Kabupaten Belitung, Rabu (24/6/2026).
Seminar yang mengusung tema “Sustainable Marine Tourism for Ecosystem-Based Adaptation and Community Resilience in Island Geoparks” ini dinilai menjadi momentum strategis untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari UNESCO.
”Salah satu rekomendasinya adalah memperkuat keterlibatan dalam aktivitas Global Geoparks Network (GGN) dan Asia Pacific Geoparks Network (APGN) untuk mempromosikan nilai-nilai geopark di bawah payung UNESCO Global Geoparks,” ujar Bambang, Kamis (25/6/2026).
Tiga Pilar Utama & Kolaborasi Pentahelix
Bambang menjelaskan bahwa rekomendasi dari UNESCO secara umum berfokus pada tiga pilar utama:
- Konservasi (Perlindungan alam)
- Edukasi (Pendidikan kepada masyarakat dan wisatawan)
- Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (Kesejahteraan masyarakat lokal)
Oleh karena itu, seminar internasional yang melibatkan unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media) ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi demi pengembangan geopark yang berkelanjutan.
Dukungan Nyata Kemenpar di Lapangan
Selain penguatan manajemen, Kemenpar juga terus mendorong peningkatan aspek amenitas dan aksesibilitas agar destinasi Belitong ramah bagi wisatawan serta mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas.
Sebagai bentuk tindakan konkret, Kemenpar telah memfasilitasi pemasangan 40 unit rambu informasi yang tersebar di tiga geosite unggulan:
| Lokasi Geosite | Kontribusi Fasilitas |
|---|---|
| Bukit Peramun | Pemasangan rambu informasi & edukasi |
| Tanjung Kelayang | Pemasangan rambu informasi & edukasi |
| Open Pit Nam Salu | Pemasangan rambu informasi & edukasi |
Kehadiran rambu informasi ini diharapkan dapat memperkuat fungsi edukasi, meningkatkan kualitas interpretasi geowisata, serta membantu wisatawan memahami nilai geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Belitong UGGp,” pungkas Bambang.
Melalui sinergi ini, Belitung diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu geopark unggulan dunia yang berhasil mengintegrasikan kelestarian alam dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat.












