Media Daulat Rakyat

File 0000000005c471f5b53ec19a5c20d716

​Bara Sejarah Rivalitas Argentina vs Inggris

​MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA -Pertemuan antara Argentina dan Inggris bukan sekadar pertandingan 90 menit di atas rumput hijau. Ini adalah salah satu rivalitas paling membara dalam sejarah sepak bola dunia—sebuah panggung bertemunya tensi politik, ledakan emosi, dan drama teatrikal. Berakar dari kontroversi di Wembley 1966, eskalasi konflik bersenjata dalam Perang Malvinas 1982, hingga magis sekaligus kontroversi Diego Maradona pada 1986, hubungan kedua negara selalu diselimuti ketegangan.

​Kini, pertemuan mereka di Semifinal Piala Dunia 2026 kembali menghidupkan api lama dari sejarah panjang yang sarat gengsi tersebut.

​Kronologi Pertemuan klasik (1962 – 2002)
  • 1962 (Fase Grup, Chile) | Awal yang Tenang: Inggris menundukkan Argentina dengan skor 3-1. Laga ini berjalan relatif bersih tanpa ada gesekan berarti.
  • 1966 (Perempat Final, Wembley) | Lahirnya Permusuhan: Inggris menang tipis 1-0 lewat gol Geoff Hurst. Namun, laga ini meledak setelah kapten Argentina, Antonio Rattin, diusir keluar lapangan secara kontroversial. Kemarahan Argentina memuncak saat manajer Inggris, Alf Ramsey, secara terbuka menyebut para pemain Argentina sebagai “binatang” (animals) dan melarang skuadnya bertukar jersey. Hubungan kedua tim retak sejak saat itu.
  • 1986 (Perempat Final, Meksiko) | Pembalasan dan Magis Maradona: Terjadi hanya empat tahun setelah Perang Malvinas (1982)—di mana Argentina kalah dari Inggris dalam perebutan wilayah kepulauan Falkland. Dimensi emosional laga ini sangat tinggi. Diego Maradona mengarsiteki kemenangan 2-1 Argentina lewat dua gol paling ikonik sejagat: gol culas “Hand of God” (tangan Tuhan) dan aksi solo memukau “Goal of the Century”.
  • 1998 (16 Besar, Prancis) | Drama Beckham & Simeone: Setelah bermain imbang 2-2 lewat laga sengit yang diwarnai gol solo spektakuler Michael Owen, Argentina akhirnya menang adu penalti 4-3. Laga ini paling diingat karena kartu merah David Beckham akibat terprovokasi oleh aksi teatrikal Diego Simeone.
  • 2002 (Fase Grup, Jepang/Korea) | Penebusan Dosa Beckham: Inggris berhasil membalas dendam lewat kemenangan tipis 1-0. Gol tunggal dicetak oleh David Beckham melalui titik penalti, sekaligus menjadi momen penebusan atas insiden kartu merah empat tahun sebelumnya.

​Rekam Jejak & Statistik Head-to-Head

​Secara keseluruhan, Three Lions sedikit lebih unggul dalam rekor pertemuan resmi, termasuk dalam panggung tertinggi Piala Dunia.

  • Total Pertemuan Resmi: 14 Kali
  • Kemenangan Inggris: 6
  • Kemenangan Argentina: 3
  • Hasil Imbang: 5
  • Khusus di Piala Dunia: 5 Pertemuan (Inggris unggul 3-2)

​Rangkuman Bentrokan di Piala Dunia

TahunBabakSkor AkhirMomen Kunci / Catatan Sejarah
1962Fase GrupInggris 3-1 ArgentinaPertemuan perdana kedua tim di Piala Dunia.
1966Perempat FinalInggris 1-0 ArgentinaKartu merah Rattin dan komentar kontroversial Alf Ramsey.
1986Perempat FinalArgentina 2-1 InggrisDua gol legendaris Maradona (Hand of God & Goal of the Century).
199816 BesarArgentina 2-2 Inggris (Penalti: 4-3)Gol ikonik Michael Owen dan kartu merah David Beckham.
2002Fase GrupInggris 1-0 ArgentinaEksekusi penalti penentu dari David Beckham.
Analisis Semifinal Piala Dunia 2026
  • Panggung Laga: Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.
  • Kekuatan Inggris: Di bawah asuhan taktik baru, Inggris membawa kedalaman skuad yang sangat bugar dan kompetitif. Poros permainan mereka bertumpu pada kematangan Harry Kane di lini depan serta kreativitas Jude Bellingham di lini tengah.
  • Kekuatan Argentina: Meskipun faktor usia membuat pergerakannya melambat, Lionel Messi tetap menjadi dirigen spiritual dan pusat permainan Albiceleste. Ia dikelilingi oleh generasi baru yang militan seperti Lautaro Martínez dan Enzo Fernández.
  • Prediksi Pertandingan: Inggris sedikit diunggulkan secara kertas karena keseimbangan transisi dan fisik antarlini yang lebih segar. Namun, Argentina memiliki modal mentalitas juara bertahan serta dorongan emosional yang sering kali membuat mereka tampil di luar batas kemampuan dalam laga-laga besar.

​Bentrokan antara Argentina dan Inggris membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi perpanjangan dari identitas nasional dan sejarah politik suatu bangsa. Dari pengusiran Rattin hingga kepalan tangan Maradona, memori kolektif masa lalu selalu membayangi setiap kali kedua tim bersua. Semifinal Piala Dunia 2026 ini dipastikan akan menuliskan babak baru dalam buku drama klasik sepak bola modern.

Artikel Terkait

InShot 20260715

Kortas Polri Diminta Usut Penguasaan…

​MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG…

InShot 20260715

Kortas Polri Didesak Usut Alih…

Media Daulat Rakyat Tanjung pandan Belitung…