Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • TNI-Polri dan Forkopimda Beltim Ajak Pers Jadi “Pendingin Suasana” Pasca Aksi Massa Penambang
InShot 20260811

TNI-Polri dan Forkopimda Beltim Ajak Pers Jadi “Pendingin Suasana” Pasca Aksi Massa Penambang

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 11 Agustus 2026*m – TNI, Polri dan Forkopimda Kabupaten Belitung Timur mengajak insan pers untuk berperan aktif menjaga kondusivitas daerah pasca aksi massa penambang. Media diminta menjadi “pendingin suasana” melalui pemberitaan yang sejuk, berimbang, dan edukatif agar aspirasi masyarakat tersalurkan secara damai tanpa anarkisme.

Ajakan Kolaborasi untuk Pemulihan Kamtibmas
Ajakan itu disampaikan Kapolres Belitung Timur AKBP Dr. Husni Tamrin bersama unsur TNI dan Forkopimda.

“Rekan-rekan insan pers yang saya hormati, saya mengajak seluruh rekan-rekan media untuk bersama-sama menjaga suasana Belitung Timur agar tetap aman, tenang dan kondusif pasca kejadian aksi beberapa waktu lalu,” ujar AKBP Husni Tamrin.

Forkopimda Beltim juga menekankan peran media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami TNI-Polri dan seluruh unsur Forkopimda juga mengajak rekan-rekan media untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai dan tidak disertai tindakan anarkis, perusakan maupun pembakaran,” tegas Forkopimda Beltim.

4 Pokok Penekanan

  1. Ajakan Kolaborasi: Pers diajak ikut serta dalam pemulihan kamtibmas bersama TNI, Polri dan pemerintah daerah.
  2. Peran Pers: Diharapkan menyajikan informasi objektif, menenangkan, dan mampu membendung hoaks.
  3. Hak Demokratis: Kebebasan berpendapat dijamin undang-undang, tetapi harus dilakukan secara tertib dan damai.
  4. Sinergi: Pentingnya kemitraan antara aparat, pemerintah daerah, media, dan masyarakat untuk menyelesaikan dinamika sosial-ekonomi, khususnya terkait pertimahan.

“Mari kita bersama-sama menjadi bagian dari solusi. Pers memberikan informasi, TNI-Polri menjaga keamanan, dan masyarakat menjaga kedamaian,” lanjut penegasan Forkopimda.

Konteks: Pasca Kerusuhan Penambang
Ajakan ini muncul setelah aksi massa penambang di Beltim beberapa waktu lalu berujung kerusuhan, pembakaran, dan perusakan fasilitas PT Timah.

Untuk mengantisipasi gejolak susulan, ratusan personel TNI-Polri masih disiagakan di objek vital nasional. Tujuannya mengembalikan stabilitas sosial-ekonomi daerah dengan melibatkan media sebagai mitra strategis.

Ajakan ini menegaskan bahwa media bukan sekadar pelapor peristiwa, tetapi juga aktor penting dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan pemberitaan yang menyejukkan, pers dapat mencegah provokasi dan mempercepat pemulihan pasca konflik. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat melalui media menjadi kunci agar Belitung Timur kembali kondusif.

Artikel Terkait

InShot 20260811

Penerbangan Sriwijaya Air Rute Jakarta…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 11 Agustus…

File 000000002ac881faab6b80cbe2383c02

Goresan Puisi Epik KDB

Pencitraan Itu Sudah Usang Pencitraan itu…