Media Daulat Rakyat Belitung, Kamis 28 Agustus 2026 – BMKG memprediksi musim kemarau di wilayah Belitung tahun ini akan berlangsung lebih panjang. Puncaknya bisa mundur hingga dasarian II November 2026 akibat pengaruh fenomena El Niño yang masih berlangsung.
Kondisi panas dan kering yang diperkirakan terjadi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan / karhutla.
Fakta Utama
Fenomena: El Niño diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027
Musim kemarau normal: Berakhir dasarian III Oktober
Prediksi 2026: Bisa mundur hingga dasarian II November
Curah hujan: Rendah hingga September, dominasi cuaca panas dan kering
Penjelasan BMKG
Salsa Nur Aqila, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III H. AS Hanandjoeddin menyampaikan:
“Namun, terdapat kemungkinan musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga dasarian II November.”
Ia juga mengingatkan potensi karhutla:
“Kondisi yang panas dan kering dapat menyebabkan api lebih mudah menyala dan menyebar. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca dan pantauan titik api (hotspot) terkini melalui kanal resmi BMKG.”
Dampak dan Risiko
Kekeringan: Ketersediaan air bersih berkurang. Aktivitas rumah tangga dan pertanian terdampak.
Karhutla: Cuaca panas membuat api cepat menyala. Penyebab umum: pembakaran sampah, pembukaan lahan, dan puntung rokok.
Kesehatan: Risiko dehidrasi dan gangguan kulit meningkat. Masyarakat perlu konsumsi cairan cukup dan perlindungan dari sinar matahari.
Imbauan BMKG
- Hemat air: Gunakan seperlunya dan hindari pemborosan
- Gunakan pelindung diri: Sunscreen, topi, dan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar
- Cegah karhutla: Jangan membakar sampah, jangan buka lahan dengan cara dibakar, jangan buang puntung rokok sembarangan
- Pantau informasi: Ikuti update prakiraan cuaca dan titik api melalui kanal resmi BMKG
Analisis Singkat
Fenomena El Niño tahun ini membuat pola kemarau di Belitung lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
Pemerintah daerah dan masyarakat perlu segera beradaptasi, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi karhutla. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa meluas ke sektor pertanian, kesehatan, dan lingkungan.
Hingga saat ini BMKG masih terus memantau perkembangan El Niño dan kondisi curah hujan di wilayah Bangka Belitung.












