MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 17 September 2026 – Pemprov DKI Jakarta akan memadamkan lampu serentak selama 60 menit pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 20.30–21.30 WIB untuk memperingati Hari Ozon Sedunia. Aksi ini mencakup gedung pemerintahan, fasilitas komersial, jalan protokol, serta ikon kota seperti Monas dan Bundaran HI.
Aksi pemadaman ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata untuk mengingatkan warga akan krisis iklim dan pentingnya menjaga lapisan ozon.
Jadwal dan Durasi
Pemadaman serentak ini telah ditetapkan waktunya agar seluruh elemen kota bisa berpartisipasi bersamaan.
- Tanggal: Sabtu, 19 September 2026
- Waktu: 20.30–21.30 WIB
- Durasi: 60 menit penuh
Pemprov DKI mengimbau masyarakat, pemilik gedung, pusat perbelanjaan, restoran, dan perkantoran swasta untuk ikut mematikan lampu yang tidak esensial selama satu jam tersebut.
Lokasi Pemadaman di 5 Wilayah Jakarta
Pemadaman akan dilakukan secara masif di lima wilayah administratif Jakarta, terutama di jalan protokol dan kantor pemerintahan.
Jakarta Pusat:
Jalan Sudirman (Dukuh Atas–Gedung Sampurna Strategic), Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Utara (depan Istana Presiden), kawasan Balaikota DKI, dan Kantor Walikota Jakarta Pusat.
Jakarta Utara:
Jalan Yos Sudarso, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Kantor Walikota Jakarta Utara.
Jakarta Barat:
Jalan Daan Mogot, Jalan Kembangan Raya, dan Kantor Walikota Jakarta Barat.
Jakarta Selatan:
Jalan Prapanca Raya, Jalan Rasuna Said, Jalan Sudirman (Gedung Sampurna Strategic–Patung Pemuda), dan Kantor Walikota Jakarta Selatan.
Jakarta Timur:
Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Kantor Walikota Jakarta Timur.
Pemadaman di jalan protokol akan difokuskan pada lampu dekoratif, lampu fasad gedung, dan reklame, bukan lampu penerangan jalan utama demi menjaga keamanan pengguna jalan.
Ikon Kota yang Ikut Dipadamkan
Yang paling menarik perhatian publik adalah pemadaman ikon-ikon kebanggaan Jakarta.
- Monumen Nasional (Monas) beserta air mancurnya
- Bundaran HI dan air mancurnya
- Patung Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman
Selama satu jam, Monas dan Bundaran HI yang biasanya terang benderang akan gelap gulita, menjadi simbol komitmen Jakarta dalam menjaga bumi.
Dampak Nyata dan Tujuan Utama
Pemprov DKI menegaskan tujuan utama aksi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kualitas udara dan mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari upaya pelestarian lapisan ozon.
Ini bukan aksi simbolis tanpa hasil. Aksi serupa yang dilakukan pada Juni 2026 lalu berhasil mencatat dampak yang terukur:
- Hemat listrik: 75,18 MWh
- Efisiensi biaya: Rp108,69 juta
- Penurunan emisi: 60,14 ton CO2e
Dengan jumlah tersebut, aksi satu jam mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon Jakarta.
Untuk itu, partisipasi masyarakat sangat diharapkan. Warga diimbau mematikan lampu rumah atau kantor yang tidak diperlukan selama periode 20.30–21.30 WIB dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Pengecualian Demi Layanan Publik
Meski dilakukan serentak, Pemprov DKI tetap mengedepankan keselamatan dan pelayanan publik.
Rumah sakit, puskesmas, klinik, kantor polisi, pemadam kebakaran, dan fasilitas vital lainnya tidak ikut dipadamkan demi menjaga layanan publik tetap berjalan. Termasuk lampu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum yang berfungsi untuk keamanan.
Lebih dari Sekadar Simbolis*
Kegiatan pemadaman lampu serentak ini bukan sekadar aksi tahunan, tetapi bagian dari program jangka panjang Pemprov DKI dalam pengurangan emisi karbon dan pencapaian target Net Zero Emission 2050.
Dengan mematikan lampu selama 60 menit, Jakarta ingin mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa kota megapolitan ini serius dalam isu perubahan iklim dan pelestarian lapisan ozon.
Pemprov DKI mengajak seluruh warga Jakarta untuk menjadi bagian dari sejarah, merasakan Jakarta yang gelap selama satu jam demi bumi yang lebih terang di masa depan.












